Pamekasan, blok-a.com – Seorang saksi Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilu 2024 di Pamekasan, mengaku merogoh kocek pribadi demi memberi upah pengganti lelah bagi 5 orang saksi, gegara uang dari PAN belum cair.
Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, pemberian uang pribadi itu untuk menjaga nama baiknya. Terutama kepada 5 orang saksi yang dia rekrut sesuai mandat PAN.
“Saya membawa lima orang teman saya untuk jadi saksi juga. Saat menerima mandat itu, para saksi diberi Rp100 ribu. Katanya sisanya setelah pengumpulan c1,” katanya saat dikonfirmasi blok-a.com, Senin (27/5/2024).
Setelah mendapat surat mandat saksi partai, dirinya langsung menyerahkan kepada 5 orang saksi yang dibawanya. Sekaligus uang 100 ribu tiap-tiap saksi.
“Jadi saat saya menyerahkan mandat itu, saya bilang kalau sisa uang gajinya akan diberikan setelah pengumpulan c1,” lanjutnya.
Namun sayang, janji itu tidak kunjung ditepati lantaran uang dari partai tidak cair. Khawatir citra dirinya rusak, dia justru mengais kantong sendiri untuk memberikan hak lima orang saksi yang dia bawa.
“Saya takut citra diri saya rusak. Karena soal uang ini sangat riskan. Akhirnya saya kasih lima saksi ini Rp100 ribuan memakai uang pribadi saya. Saya juga bilang, uang yang diberikan bukan dari partai. Tapi dari dompet saya sendiri,” urainya.
Kendati sudah memberikan uang pribadinya, dia juga berharap agar partai segera mencairkan. Sebab, menurutnya uang tersebut tidak sedikit ketika diukur dengan kondisi ekonominya.
“Meski hanya Rp500 ribu, bagi petani seperti saya itu besar. Tau sendiri untuk mendapatkan uang sebesar itu tidak mudah,” kesalnya.
Dia meminta para petinggi hingga ketua partai, menjadikan gaji saksi yang tidak cair ini sebagai atensi. Sebab uang senilai Rp500 ribu itu harus menunggu beberapa hari. Bahkan seminggu.
“Saya berharap gaji para saksi ini cepat cair. Sesuai dengan perjanjian di hari sebelum Pemilu,” sentilnya.
Dia berpandangan, kejadian ini sangat aneh. Pasalnya, semua partai pasti memberikan yang gaji sebelum Pemilu. Sesuai pengalamannya, namun berbeda saat jadi saksi di PAN.
“Biasanya partai itu memberikan gajinya di awal semua. Tapi ini cuma diberi DP 100 ribuan. Katanya sisanya setelah c1 dikumpulkan. Sampai sekarang tidak cair,” tandasnya.
Sementara itu, saat wartawan blok-a.com melakukan upaya konfirmasi kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang PAN, Abdul Haq, belum mendapatkan respons apapun hingga berita ini ditayangkan. (dah/kim)






Media Sosial