Pria Sebantang Kara Hilang Diduga Tenggelam di Sungai Brantas Jombang

Pencarian korban tenggelam di tambangan Betro, Kabupaten Jombang.(Blok-a.com/Syahrul)
Pencarian korban tenggelam di tambangan Betro, Kabupaten Jombang.(Blok-a.com/Syahrul)

Jombang, blok-a.com – Seorang pria bernama Anton Bahrul Alam alias Gawang (43), hilang di Dam Karet Sungai Brantas, Dusun Pulokunci, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Senin (15/4/2024).

Warga Dusun Jombatan 2 ini sebelumnya sempat terlihat menceburkan diri ke Sungai Brantas, melalui rekaman CCTV milik Jasa Tirta.

Menurut Kepala Dusun Jombatan 2, Maslikhan Hermansyah (55), korban diduga akan buang air besar di sungai Brantas, namun justru tenggelam.

Anton Bahrul diketahui hidup sebatang kara. Ia pulang dari berobat di pondok rehabilitasi gangguan jiwa daerah Jogoroto, Jombang sejak H-5 lebaran.

“Korban memang ada gangguan jiwa, dia pulang dari tempat rehabilitasi di daerah Jogoroto, Jombang itu pada H-5 lebaran kemarin. Sampai dengan kemarin itu (Senin, 15 April), terlihat naik sepeda angin (lipat) keliling Desa. Dan sekitar pukul 09.30 WIB menuju arah Dam Karet dengan tergesa-gesa,” ujarnya, Selasa (16/4/2024).

Saat tiba di Dam Karet, warga sekitar bernama Supoyo (50), yang sedang menjemur padi di tanggul sungai Brantas mengaku melihat korban sedang terburu-buru seperti mau buang air besar. Supoyo pun tak menaruh curiga dan tetap menata padi untuk dijemur.

Beberapa saat kemudian, Supoyo mulai khawatir lantaran korban tidak terlihat muncul lagi. Hanya sepeda angin dan celana korban yang masih tetap berada di lokasi dekat dengan Dam Karet tersebut.

Akhirnya Supoyo berusaha mendekati lokasi dan mencari di sekitar, namun korban tidak juga diketemukan.

Supoyo lantas melapor kepada Kepala Dusun Pulokunci, Juma’an (49), dan dilaporkan ke Polsek Kesamben, Senin (15/4/2024).

Tak berselang lama, Kapolsek Kesamben, AKP Achmad, S.I.P., Kanit Reskrim beserta anggota, Piket SPKT Polsek Kesamben, Tenaga bantuan/relawan Tim SAR dari BPBD Kabupaten Jombang, Aparatur pemerintah Desa Jombatan, datang ke lokasi kejadian.

Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menggunakan perahu karet, dengan menyisir aliran sungai Brantas di sekitar lokasi, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Hingga pukul 17.00 WIB penyisiran dihentikan sementara, dan dilanjutkan kembali pada hari ini, Selasa (16/4/2024).

Menurut Komandan Tim Basarnas Surabaya, Adhie, berdasarkan hasil keputusan rapat tim SAR gabungan, proses pencarian hari ini akan disisir mulai dari titik Tempat Kejadian Musibah (TKM), hingga ke tambangan Betro.

Selanjutnya dari tambangan Betro akan disisir menggunakan perahu karet di sisi kanan dan kiri sungai hingga Dam Sipon, Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

“Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan, mengingat debit air juga mulai berkurang. Pencarian ada 3 titik masing-masing titik kita pasang relawan yang membawa HT untuk memonitor perkembangan,” terangnya.

“Hasil rapat koordinasi tim SAR gabungan semalam, pencarian kita ada tiga titik, yaitu di mulai dari TKM, tambangan Betro, dan Dam Sipon. Masing-masing titik dilakukan penyisiran,” terangnya kepada blok-a.com di lokasi, Selasa (16/4/2024).

Pada kesempatan yang berbeda, Kapolsek Kesamben, AKP Achmad, S.I.P., menjelaskan, korban memang ada gangguan jiwa, dan sering meresahkan warga.

“Korban sering mengamuk dengan membawa senjata tajam, makanya itu kan sempat di taruh di pondok rehabilitasi gangguan jiwa, di daerah Jogoroto, Jombang,” terangnya.

“Bahkan sebelum saya menjadi Kapolsek Kesamben sini, korban itu pernah nusuk orang,” tambahnya.

Dari olah TKP Polisi mendapatkan sejumlah barang bukti milik korban antara lain, sepeda angin merk Odessy warna biru-putih, sandal japit warna hijau, celana pendek jeans warna biru.(sya/lio)