Jasad Siswa SMPN 7 Kota Mojokerto yang Hilang di Pantai Drini Ketemu, Segera Dipulangkan

Jasad Rifky tiba di rumah duka, perumahan Suam Regency, Kedundung, Kota Mojokerto.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Rifky Yoeda Pratama, siswa SMPN 7 kota Mojokerto yang hilang usai terseret ombak Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (28/1/2025).

Jasad korban ditemukan pada Rabu pagi (29/1/2025) sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah palung dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Ayah korban, Yohanes Iskandar (40), bersama keluarga telah berada di lokasi sejak hari pertama pencarian untuk menyaksikan langsung proses evakuasi. Setelah ditemukan, jasad Rifky langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari, Sleman, Yogyakarta, untuk proses pemulasaran.

Setelah proses pemulasaran selesai, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Perumahan Suam Residen N 6, RT 002 RW 003, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ambulans RSUD Saptosari membawa jenazah dengan pengawalan dari pihak kepolisian. Rifky tiba di rumah duka sekitar pukul 14.50 WIB dan langsung disalatkan sebelum diberangkatkan ke tempat pemakaman.

Atas permintaan keluarga, Rifky dimakamkan di samping makam ibu dan adiknya di Pemakaman Umum Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Diketahui, Rifky merupakan anak pertama dari dua bersaudara, namun adiknya telah meninggal lebih dulu, begitu pula dengan ibunya.

Wakil Ketua RW 003 Perumahan Suam Regency, Latif Sutopo (45), mengenang Rifky sebagai anak yang rajin mengaji dan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Rifky itu anaknya supel dan pandai bergaul. Meskipun baru tinggal di sini sekitar setahun, dia sudah punya banyak teman. Banyak warga yang merasa kehilangan. Sejak pagi tadi, banyak yang datang ke rumah duka untuk menunggu kedatangan jenazahnya,” ujar Latif.

Rifky tinggal bersama nenek dan pamannya di Perumahan Suam Residen, sementara ayahnya tinggal di Krian karena lebih dekat dengan tempat kerjanya.

“Kami semua merasa kehilangan. Rifky anak yang baik, rajin mengaji, dan selalu ikut pengajian rutin di musala setiap minggu. Saya sendiri yang membimbing ngajinya,” tambah Latif.

Kepergian Rifky meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, juga seluruh keluarga besar SMPN 7 Mojokerto.(sya/lio)