Surabaya, blok-a.com – Curah hujan intensitas tinggi disertai petir dan angin melanda wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya. Sejumlah pihak pun diminta waspada dampak hidrometeorologi ini.
Berdasarkan pantauan pos hujan, maka disampaikan update peta monitoring hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut.
Ada pun peta distribusi hujan dasarian
II, Februari 2023, dan peta prakiraan curah hujan dasarian III Februari 2023 di Provinsi Jawa Timur, sebagai berikut:
Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya kriteria masih ada hujan sampai dengan updating dan sangat pendek.
Distribusi curah hujan dasarian II Februari 2023 di Provinsi Jawa Timur bervariasi dari kriteria rendah hingga sangat tinggi.
Menurut Taufik Hermawan, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Juanda Sidoarjo, kriteria sangat tinggi terjadi di sebagian kecil kabupaten: Banyuwangi, Gresik, Malang, Pacitan, dan Trenggalek.
“Curah hujan Dasarian III Februari 2023 Provinsi Jawa Timur diprakirakan (deterministik) pada umumnya kriteria enengah (51-150 mm) dengan peluang (probabilistik) lebih dari 70 %,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Stasiun Klimatologi, Tanjung Perak Surabaya, mengatakan potensi Mansun dan La Nina masih terjadi.
Sehingga menimbulkan pergerakan awan Cumulonimbus, yang bisa memicu terjadinya pergerakan awan, angin dan hujan.
“Potensial hujan dan terjadinya angin serta gelombang tinggi di perairan Surabaya,” ujarnya dalam siaran persnya.
Masih aktifnya La Nina dan Mansun, membuat perubahan iklim dan cuaca, sehingga mendorong terjadinya cuaca ekstrem.
Untuk itu hingga sepekan ini sampai tanggal 24 Februari 2023 masyarakat di Jawa Timur diminta waspada akan dampak curah hujan yakni bahaya hidrometeorologi.(kim/lio)



Media Sosial