Sampah Menggunung di Desa Balongbendo Sidoarjo, Gegara Warga Keberatan Bayar Retribusi

Tumpukan sampah menggunung di lokasi TPST Desa Balongbendo.
Tumpukan sampah menggunung di lokasi TPST Desa Balongbendo.

Sidoarjo, blok-a.com – Tumpukan sampah menggunung di selatan jalur pertigaan exit tol Gresik, arteri Bypass Balongbendo.

Tumpukan sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) milik Desa Balongbendo itu, imbas dari belum adanya titik temu tentang besaran retribusi yang ditetapkan pemerintah desa (Pemdes) dengan warga setempat.

Meski Pemdes telah membuat Peraturan Kepala desa (Perkades) nomor 8 tahun 2023 tentang besaran tarif retribusi sampah, namun warga masih menolak membayar iuran hingga saat ini.

Alhasil sampah di TPST belum bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) akibat tidak adanya biaya operasional pengangkutan.

Abdul Fatah, warga Desa Balongbendo, Minggu (14/4/2023), mengatakan
sesuai Perkades Balongbendo nomor 8 tahun 2023, besaran tarif retribusi pengangkutan sampah rumah tangga dari pemukiman ke TPST lalu ke TPA, sebesar Rp15 ribu per bulan per KK.

“Sedangkan perhitungan kami sesuai informasi dari DLHK Sidoarjo, beban retribusi biaya operasional angkutan sampah dari TPST ke TPA Jabon sekali pengiriman berkisar Rp390 ribu,” ujarnya.

Rinciannya Rp240 ribu untuk jasa armada zona III, dan Rp150 ribu untuk sampah dengan tonase 3 ton.

“Karena armada angkut per satu rit kapasitasnya 3 ton, dan biaya retribusinya per ton Rp50 ribu,” terang Fatah.

Jika sebulan ada 10 kali pengiriman ke TPA, hanya butuh anggaran Rp3,9 juta perbulan untuk mobilisasi pembuangan sampah ke TPA.

“Tentu kami, warga sangat kaberatan jika Pemdes menerapkan beban restribusi Rp15 ribu per KK setiap bulan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Balongbendo, Sumanto, menjelaskan ada perbedaan perhitungan biaya retribusi sampah yang dipersoalkan warganya.

Menurutnya retribusi sampah Rp15 ribu perbulan per KK masih jauh di bawah standar perhitungan kabupaten, yakni Rp25-35 ribu per bulan.

“Jika mengacu pada Perbup 116 tahun 2022, tentang pedoman penghitungan baru pengelolaan sampah di Sidoarjo, besaran iuran sampah yang harus dibayar warga kisaran Rp25-35 ribu perbulan,” jelasnya.

Sedangkan dalam Perkades 8 tahun 2023 Desa Balongbendo, warga hanya kebebanan Rp15 ribu saja.

“Biaya ini tentunya lebih ringan dibanding patokan biaya retribusi dari perhitungan konsultan kabupaten,” jelasnya.

Terperinci, Sumanto menambahkan, dasar perhitungan kebutuhan biaya untuk proses pengelolaan sampah sebesar Rp9,7 juta perbulan dibagi 650 KK.

“Jadi ketemunya hanya di angka Rp15 ribu saja. Dan itupun untuk biaya pengambilan sampah rumah tangga, pemilahan hingga pengangkutan ke TPA Jabon,”┬árincinya.(fah/kim)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?