Sidoarjo, blok-a.com – Kesejahteraan petani di Sidoarjo menjadi perhatian serius Khulaim Junaidi, Anggota DPRD Jawa timur (Jatim).
Dia memberikan bantuan alat pertanian sebagai program penguatan ketahanan pangan dan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.
Program itu juga menjadi fokus perjuangan kandidat bakal calon Bupati Sidoarjo pada Pilkada 2024 ini, Khulaim Junaidi.
Dia mengaku terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemkab Sidoarjo untuk lebih maksimal memperhatikan nasib petani di Sidoarjo.
Selain masalah pengairan saat memasuki musim kering, ketersedian pupuk serta sarana alat pertanian bagi petani, harus diberi porsi khusus dalam kebijakan pemerintah daerah, baik Pemprov maupun Pemkab Sidoarjo.
“Langkah ini sebagai upaya untuk menunjang produktivitas hasil pertanian, yang otomatis berdampak pada kesejahteraan para petani,” terang Khulaim, Minggu (9/6/2024).
Bantuan mesin pertanian untuk kelompok tani Desa Banjarwungu, Tarik, misalnya.
Pada Jumat (7/6/2024) pekan lalu, menyalurkan bantuan berupa alat mesin pertanian kepada Poktan Desa Banjarwungu.
Mesin tersebut dapat menghasilkan gabah dengan hadi susut panen sangat rendah, 0,95 persen dengan tingkat kerusakan gabah yang minim yakni 1,06 persen.
“Dengan begitu, hasil panen bisa maksimal. Sehingga kesejahteraan petani dari hasil panen yang didapat akan meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, anggota Komisi C politisi PAN ini menyoroti tentang ketersediaan pupuk subsidi, di mana rencana penambahan subsidi pupuk nasional senilai Rp14 triliun akan menutup kekurangan kebutuhan pengadaan pupuk di daerah di 2024.
“Tentunya saya sangat mendukung penambahan anggaran subsidi pupuk nasional sebesar Rp14 triliun itu. Di mana anggaran subsidi setara 2,5 juta ton itu akan digelontorkan tahun ini,” imbuhnya.
Penambahan subsidi pupuk nasional itu, lanjut dia akan berdampak terhadap peningkatkan produktivitas pertanian di Jatim termasuk di Sidoarjo.
Pemprov Jawa Timur telah mengusulkan untuk musim tanam 2024 kebutuhan pupuk bersubsidi petani sebanyak 2.418.491 ton.
Tapi realisasinya, petani di Jawa Timur hanya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat sebesar 963.847 ton.
“Alokasi ini hanya setara 39,85 persen dari usulan sehingga masih adanya kekurangan 1.454.844 ton dari total kebutuhan,” pungkasnya.(fah/kim)






Media Sosial