Surabaya, blok-a.com – Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Provinsi Jatim pada 2022, memiliki 50.979 unit kapal penangkap ikan, 20 unit pelabuhan perikanan, 1.045.314,87 ton produk olahan dengan volume ekspor 385.083,4 ton.
Selain itu, Jatim juga memiliki Unit Pengolahan Ikan (UPI) sebanyak 7.937 UPI mikro serta 428 UPI besar dengan pembudidaya ikan sebanyak 276.670 orang. Sedangkan jumlah nelayan di Jatim tercatat 235.578 orang.
Saat ini Jatim juga memiliki pembudidaya air payau sebanyak 359 unit dan 7.425 unit pembudidaya air tawar.
Sehingga produksi ikan tangkap Jatim tertinggi secara nasional yakni 598.317 ton sepanjang 2022.
Untuk komoditas perikanan tangkap tertinggi berupa ikan Lemuru 70.284,83 ton dan Ikan Tongkol 64.947,80 ton.
Sesuai Data Statistik Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMHP), Provinsi Jatim menyumbang ekspor komoditas perikanan tertinggi nasional dengan nilai ekspor 2.602.492.056 USD atau 20.602.492.056.000 (20 triliun).
Sedangkan komoditi penyumbang ekspor perikanan di Jawa Timur tertinggi secara nasional yakni Udang dengan komoditi sebesar 84.582,49 ton dan Ikan Tuna sebesar 54.195, 79 ton. Sehingga volume ekspor komoditas perikanan Jatim tertinggi secara nasional yakni 381.477 ton periode 2022.
Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pada peringatan Hari Laut se-dunia atau World Oceans Day, 8 Juni 2023 ini.
Menurutnya, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, 22 daerah di antaranya memiliki potensi laut melimpah.
Sepanjang pesisir utara, dan selatan Madura ditambah 507 pulau kecil terluar, Jatim memiliki panjang garis pantai 3.543,54 km dengan luas laut 5.202.579,34 ha.
Dari potensi itu, dibutuhkan upaya menjaga keseimbangan kekayaan laut dan melindungi hasil tangkapan ikan di Jawa Timur.
“Momentum Hari Laut Sedunia kita berkomitmen menjaga keseimbangan kekayaan laut, dan perikanan tangkap di Jatim agar bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Sesuai tema Hari Laut Sedunia 2023 yaitu Planet Ocean: Tides are Changing, PBB, ilmuwan, eksekutif, swasta, masyarakat sipil, komunitas adat, selebriti dan aktivis pemuda sudah patut untuk mengutamakan potensi kelautan.
Khofifah berterima kasih kepada seluruh nelayan dan pelaku perikanan di Jawa Timur yang terus memberi sumbangsih peningkatan hasil tangkap ikan dengan memperhatikan ekosistem alam di laut.
“Selamat Hari Laut Sedunia, mari bekerja sama untuk menciptakan keseimbangan di sektor kelautan,” tutupnya.(kim/lio)






Media Sosial