Kota Madiun, blok-a.com – Memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menggelar peragaan busana kebaya di sepanjang Jalan Pahlawan, mulai dari titik penyeberangan kasih sayang hingga ke titik nol kilometer di simpang empat Tugu Kota Madiun.
Gelaran tersebut berhasil memecahkan rekor catwalk kebaya Kartini terpanjang dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Piagam penghargaan MURI tersebut diserahkan oleh MURI Representative Sri Widayati kepada Wali Kota Madiun Maidi di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Madiun, Sabtu (20/4/2024).
“Kami mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa peragaan busana kebaya Kartini dengan catwalk terpanjang yang digelar Pemerintah Kota Madiun berhasil tercatat MURI,” ujar Sri Widayati di sela penyerahan penghargaan di kawasan PSC.
Menurutnya, Pemkot Madiun telah mencatatkan rekor peragaan busana kebaya Kartini sepanjang 1.009 meter.
Peragaan busana kebaya itu juga melibatkan 1.000 peserta dari perwakilan PKK dan komunitas wanita di Kota Madiun.
Sri Widayati menambahkan, Kota Madiun telah beberapa kali mencatatkan rekor MURI, yakni pameran gambar kodok terbanyak dengan 49.914 gambar pada Februari 2006, kegiatan menempel gambar dengan tema kekayaan laut dengan media daur ulang di atas kain terpanjang pada November 2006.
Selain itu, Kota Madiun juga pernah mengukir rekor dengan rangkaian sambal pecel terpanjang, yakni 1.292 meter di tahun 2007.
Berikutnya, pernah membuat rekor madu mongso terpanjang 1.700 meter pada Desember 2011.
Juga di tahun 2018, mencatatkan rekor dengan sajian makanan khas nasi pecel sebanyak 16.825 pecel pincuk.
Kemudian, rekor pemasangan sambung tuwuh terbanyak berupa 201 sambung tuwuh dalam kegiatan nikah massal bertajuk “Medioen Mantu tahun 2022”, rekor pembangunan jalan lingkungan secara serentak (pavingisasi) di lokasi terbanyak yakni di 214 titik di 27 kelurahan tahun 2022.
Serta, pembagian chromebook untuk siswa SD dan SMP negeri sebanyak 9.400 unit pada Mei 2023, dan parade jamu gendong terbanyak yang bekerja sama dengan perusahaan jamu di tahun 2023.
Wali Kota Madiun Maidi menyatakan pihaknya sengaja mengemas peringatan Hari Kartini dengan cara yang berbeda.

“Biasanya kalau memperingati Hari Kartini hanya dengan upacara. Tahun ini kita menyongsong Hari Kartini dengan cara yang berbeda. Kita gelar peragaan busana kebaya dengan catwalk terpanjang,” kata Wali Kota Maidi.
Selain melestarikan budaya pakaian adat dan tradisional kebaya, Maidi menyebut kegiatan itu memiliki banyak manfaat. Salah satunya mendongkrak perekonomian warga.
Hadirnya kegiatan tersebut menjadi berkah bagi pelaku usaha salon kecantikan dan penyewaan busana kebaya, dan banyak kegiatan ekonomi lainnya yang terdongkrak.
Maidi juga menekankan bahwa Kota Madiun harus terus berubah dan terus memunculkan sesuatu yang baru. Sebab, Kota Madiun tidak banyak memiliki sumber daya alam. Karenanya, perekonomian Kota Madiun mengandalkan sektor jasa dan perdagangan.
“Sektor ini bisa maksimal jika ada pergerakan barang dan orang. Harus selalu ada perubahan dan inovasi. Dengan begitu, kota kita bisa hidup,” tandasnya.(lio)






Media Sosial