Mojokerto, blok-a.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Mojokerto Silaturahim dan buka bersama bakal calon Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau Gus Barra, berlangsung di Jalan Jayanegara, Mojokerto, Minggu (7/4/2024).
Wakil ketua DPW Jatim, Heri Sugiono Tugas Utomo, mengatakan, ini adalah momen yang sangat tepat, acara yang masalah penugasan pengurus DPW Golkar dalam Pilkada 2024.
“Kamarin ada Rapimda isinya, kita semua sepakat mengusung Calon Bupati Mojokerto yang salah satu kriterianya adalah mudah diajak komunikasi,” ungkap Heri Sugiono.
Ada 3 nama, yang mendapat surat tugas dari partai, yakni, Winajad, Gus Barra, Bu Ikfina. Dalam proses evaluasi, fungsionaris pilkada dengan ketua partai.
Gus Barra mempunyai nilai plus dengan mau datang dalam acara evaluasi Partai Golkar di Mojokerto, sekaligus buka bersama ini. Menjadi catatan tersendiri, dengan mau hadir dan bisa bertemu langsung, bisa berkomunikasi langsung, dibandingkan 2 calon yang lain.
Kiyai Asep dalam sambutannya, menyampaikan, kegiatan ini agar bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.
“Terima kasih surat tugas yang sudah diberikan kepada anak saya (Gus Barra), mudah2an bisa menjalankan surat tugas itu, agar bisa mendapatkan rekom dari partai Golkar untuk maju Pilkada 2024,” ungkap Kiyai Asep.
“Beberapa waktu yang lalu, Saya sudah pernah menyampaikan kepada keluarganya Bu Ikfina, agar tidak ada fight, karena kalau kalah itu menyakitkan, jangan ada salah satu diantara kita ada yang sakit,” lanjutnya.
Ada beberapa tujuan yang di sampaikan oleh Kiyai Asep jika Gus Barra berhasil menjadi Bupati Mojokerto, antara lain;
Kesejahteraan pangan, masih ada dan sangat banyak orang-orang yang sangat miskin terjangkau, terkontrol, dan di ketahui, itu yang harus dipenuhi.
Kesejahteraan papan, misalnya ada bedah rumah, di berbagi desa masih ada dan banyak rumah yang harus di bedah, dan saya siap. “Insya Allah saya sendiri nggak usah dana APBD,” ungkapnya.
Kesejahteraan pendidikan, ironis, ketika di Mojokerto ada pondok Amanatul ummah, adalah rangking 1 di Indonesia. Namun pendidikan masih belum bisa menjangkau seluruh masyarakat.
Kesejahteraan Kesehatan, tidak boleh ada yang sakit, orang miskin susah di bawa ke RS karena biaya, untuk itu perlu penanganan khusus.
Kesejahteraan gelandangan, “kita lihat banyak di lampu merah yang perlu penanganan dari pemerintah daerah setempat agar tidak ada lagi di Mojokerto,” lanjutnya.
Kiyai Asep berpesan kepada Gus Barra, jadilah pemimpin yang bermanfaat untuk warganya, semua pengabdian hanya untuk masyarakat.
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain, kalau jadi pemimpin harus berbuat hanya untuk rakyatnya,” tambahnya.
“Sebagai pegangan Gus Barra, mbahnya adalah pahlawan nasional, jadi jangan sampai tersandung kasus apapun, harus selalu berbuat baik, jika tersandung suatu kasus maka bisa di hapus status kepahlawanan mbahnya,” tutup Kiyai Asep.(Sya)






Media Sosial