Komite SMPN 1 Beji Pasuruan Patok Rp750 Ribu Iuran Sukarela, Wali Murid Bereaksi

SMPN 1 Beji Pasuruan.
SMPN 1 Beji Pasuruan.

Pasuruan, blok-a.com – Lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beji, Pasuruan, memungut iuran di luar ketentuan berkedok infaq Rp750.000 per siswa, dengan meminjam tangan komite.

Iuran itu diklaim sebagai pungutan sukarela, dan normatif, karena untuk menambahi biaya operasional sekolah.

Praktik pungutan tersebut akhirnya memicu polemik. Meski diklaim sukarela dan infak, pungutan dijalankan dengan jumlah yang ditentukan.

Sejumlah wali murid kelas VII, yang dibebani itu merasa dirugikan. Mereka menuding ada oknum yang sengaja merusak dunia pendidikan.

Seorang wali murid kelas 7, berinisal BR, mengaku kesal dengan pungutan sebesar Rp750 ribu. Jika tidak bayar takut anaknya tidak dapat layanan yang baik.

“Sekolahan itu kan udah diatur anggarannya. Kenapa harus sebesar itu, lagian gak ada transparansi,” ujarnya.

Mereka menilai praktik pungutan itu melanggar Permendikbud nomor 44 tahun 2012 dan Permendikbud nomor 75 tahun 2016, yang melarang pungutan kepada peserta didik atau orang tua/walinya.

Komite sekolah diizinkan menggalang dana, tetapi tanpa menentukan nominal jumlah, sehingga penetapan besaran Rp750.000 ini tetap dianggap menyalahi aturan.

“Jika sukarela, kenapa ada jumlah yang ditentukan? Kita bertanya-tahya apakah hanya dalih untuk membenarkan pungutan liar?” tegasnya.

Selain itu para wali murid juga menuntut transparansi penggunaan dana itu dan mendesak agar pihak sekolah memberi laporan rinci terkait alokasi dana yang terkumpul.

Mereka berharap ada solusi bagi mereka yang tidak mampu bayar penuh jumlah tersebut tanpa harus merasa tertekan atau dipaksa.

Di sisi lain, pihak komite sekolah telah mengklarifikasi iuran infaq itu sebagai hasil musyawarah orang tua siswa.

Ketua Komite SMPN 1 Beji, Shodiq, menyatakan dana itu akan dipakai untuk membeli kebutuhan sekolah di luar tanggungan pemerintah.

“Kami tidak memaksa, ini sifatnya sukarela dan sudah disepakati bersama. Iuran ini untuk kebaikan bersama, agar sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Beji, Yayuk, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya.

Berkali-kali blok-a.com mencoba mendatangi sekolah, selalu dijawab tidak ada di tempat oleh sekuriti.(rah/kim)