Sumenep Kenalkan Calendar of Event 2025 Tema ‘Madura’, Upaya Dorong Ekonomi Lokal

Bupati Sumenep Achmad Fauzi usai peluncuran Calendar of Event Sumenep 2025 di Pendopo Keraton Agung, Sumenep, Selasa (24/9/2024).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi usai peluncuran Calendar of Event Sumenep 2025 di Pendopo Keraton Agung, Sumenep, Selasa (24/9/2024).

Sumenep, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, secara resmi meluncurkan Sumenep Calendar of Event 2025 dengan tema ‘Madura’.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda Sumenep, serta para stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Keraton Agung, Sumenep, Selasa (24/9/2024).

Program Calendar of Event 2025 disusun Pemkab Sumenep dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dalam Calendar of Event 2025 akan menjadi platform penting bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep untuk berkembang.

“Rangkaian kegiatan Calendar of Event 2025 ini menjadi wadah untuk pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Tema ‘Madura’ dipilih karena keberhasilan event-event sebelumnya yang berhasil mengenalkan nama Madura hingga ke kancah internasional.

Beberapa contoh acara besar yang pernah diadakan meliputi Madura Culture Festival, Madura Ethnic Carnival, Madura Bullrace Championship, dan Madura Night Vaganza. Event-event tersebut melibatkan budaya empat kabupaten yang ada di Pulau Garam serta daerah Tapal Kuda di Jawa Timur.

Dalam keterangannya, Dr. Achmad Fauzi juga menekankan bahwa Madura adalah wilayah di Jawa Timur yang memiliki banyak potensi, baik di sektor pariwisata, sejarah, kuliner, maupun budaya.

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya yang ada di Madura telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kabupaten Sumenep. Khususnya, memiliki sejumlah destinasi wisata yang kaya akan keindahan alam dan nilai sejarah.

“Kita punya Giliyang dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia, Pantai 9 Giligenting, Gililabak, Pantai Slopeng, Pantai Lombang, dan masih banyak lagi objek wisata lainnya,” ungkap Bupati.

Selain itu, Sumenep juga memiliki wisata sejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Seperti Museum Keraton, Taman Sare, Labang Mesem, Asta Tinggi, Masjid Jamik, serta kawasan bersejarah Kota Tua Kalianget.

“Kami juga punya kuliner khas yang memikat, seperti kaldu kokot, sate, dan makanan khas Madura lainnya,” lanjutnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep mencapai 720.040 wisatawan domestik dan 126 wisatawan mancanegara.

Fakta ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Sumenep terus berkembang, dan diharapkan Calendar of Event 2025 akan semakin meningkatkan angka kunjungan tersebut.

Salah satu fokus utama dari event ini adalah pengembangan ekonomi lokal melalui UMKM.

Dengan adanya berbagai acara dan festival yang diselenggarakan, para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas.

“Event ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM,” jelas Bupati.

Di akhir sambutannya, Bupati Fauzi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan serta dalam kesuksesan event-event sebelumnya.

Ia berharap tahun 2025 akan menjadi tahun yang lebih meriah dengan kehadiran event-event yang lebih besar dan menarik.

“Semoga tahun depan kita lebih memeriahkan pagelaran event,” pungkasnya.

Dengan peluncuran Calendar of Event 2025 ini, Pemkab Sumenep optimis bahwa upaya mereka dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan akan terus berjalan dengan baik.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah ini, sekaligus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Madura untuk generasi mendatang. (dan/lio)