Soal Pengadaan Tenda, Komisi II DPRD Sumenep Bakal Panggil Diskop UKM Perindag

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy.

Sumenep, blok-a.com – Persoalan pengadaan tenda yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep, terus menjadi perbincangan hangat di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep.

Kali ini Anggota Komisi II DPRD Sumenep Gunaifi Syarif Arrodhy menyoroti pengadaan tenda tersebut. Menurutnya, seharusnya tidak dianggarkan jika kemudian tidak dipakai.

“Seharusnya itu difikirkan secara matang. Apa pun yang sudah dianggarkan memang benar-benar dibutuhkan dan peruntukannya harus jelas,” paparnya, Jumat (7/6/2024).

Lanjut politisi PAN itu, Dinas harus benar-benar matang dalam melakukan perencanaan.

Jika pengadaan tidak digunakan secara maksimal, berarti dalam perencanaannya belum memenuhi kriteria.

“Ayo jangan main-main kalau mau membangun Kota Keris ini. Kebijakan seperti itu harus segera dievaluasi,” jelasnya.

Tak hanya itu, atas kejadian ini, Gunaifi bakal melakukan pemanggilan terhadap Dinas terkait untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Jika dibiarkan, menurutnya, hal seperti ini bakal mencoreng jargon Bupati Sumenep ‘Bismillah Melayani’.

Bahkan ia menilai hal ini merupakan salah perencanaan.

“Secepatnya saya akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas terkait. Saya bakal sikapi serius hal ini,” jelasnya.

Gunaifi mengaku pihaknya merasa sangat kecewa atas adanya perencanaan itu.

Seharusnya anggaran tersebut bisa dialihkan ke hal lain yang manfaatnya jelas dan dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi kan eman-eman tuh anggaran. Mending dianggarkan ke yang lainnya yang sekiranya benar-benar dibutuhkan dan manfaatnya bisa dirasakan bagi masyarakat,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Diskop UKM Perindag melakukan pengadaan tenda pasar Minggu yang dianggarkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada tahun 2023.

Namun tenda itu sampai hari ini tidak digunakan secara maksimal.

Pengadaan tenda itu menelan anggaran sebesar Rp 60.000.000 juta. (ram/lio)