Sumenep, blok-a.com – Beberapa hari belakangan, Kabupaten Sumenep melaksanakan jadwal kalender event di beberapa destinasi wisata. Salah satunya di Pantai Lombang.
Namun hal itu sama sekali tidak mendapat Apresiasi dari Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Akis Jazuli.
Akis Sapaan akrabnya, mengatakan pertunjukan yang dipertontonkan oleh Disbudporapar Sumenep itu hanya seremonial saja. Artinya tidak ada lompatan diplomasi budaya yang signifikan ke publik.
“Pertunjukan apa itu, kalau hanya sebatas layangan LED seperti itu OSIS juga bisa,” ujar Akis.
Menurutnya, Disbudporapar Sumenep harus bisa membranding Kota Keris ini dengan simbol tertentu. Agar pertunjukan itu bisa terkesan mewah sehingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
“Identitas dari budaya Sumenep ini apa, jangan cenderung parsial yang di promosikan keruang publik. Karena pariwisata ini berhubungan dengan konsep informasi yang harus tersampaikan,” paparnya.
“Yang harus dilakukan rekonstruksi cara berfikir menemukan identitas yang sejatinya memang milik Sumenep. Dalam artian kabupaten Sumenep ini mempunyai keunikan atau keunggulan yang berbeda dengan daerah lain,”tambahnya.
Selain itu, lanjut Akis, perkembangan pada wisata di Kabupaten yang berlambang kuda ini stagnan. Tidak ada perubahan bahkan cenderung merosot, hal itu dibuktikan dari fakta yang ada di lapangan.
“Wisata yang di kelola Pemkab maupun swasta. Memang tidak semuanya merosot tapi fakta dilapangan banyak wisata yang tidak berkembang,” jelasnya.
Akis berharap agar kedepan Pemkab benar-benar serius dalam membangun Sumenep. Sebab, anggaran yang sudah digelontorkan tidak sedikit, yakni ratusan hingga miliaran rupiah.
“Ayolah jangan main-main untuk membangun Sumenep ini, anggaran kan sudah ratusan bahkan miliaran rupiah. Jangan becanda dalam membangun Sumenep ini,” jelasnya. (ram/lio)






Media Sosial