Gresik, blok-a.com – Sulimah (47), warga Desa Sumurber, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, terpaksa meninggalkan rumah usai diserobot oleh adik iparnya, pasca meninggalnya sang suami, H Sunoto, pada 26 Desember 2022 lalu.
Hanya berselang 40 hari setelah kepergian almarhum H Sunoto, Sulimah bersama kedua anaknya, Titin Yanuariska Dewi (28) dan Diajeng Saudiah Wulandari, harus mengungsi ke rumah orang tuanya di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik. Hingga kini, mereka belum bisa kembali ke rumah tersebut.
Muhammad Makruf, adik kandung almarhum, memaksa menempati rumah milik Sulimah tanpa izin dan menolak untuk pergi. Tak hanya itu, konflik keluarga ini semakin memanas dengan adanya tindakan perusakan yang dilakukan di lahan peninggalan almarhum.
Pada Selasa (10/9/2024), sekitar pukul 08.20 WIB, anak pertama Sulimah, Titin Yanuariska Dewi, menyaksikan tindakan perusakan di pekarangan sawah milik almarhum H Sunoto di Dusun Petiyin, Desa Petiyin Tunggal, Kecamatan Dukun.
Pelaku perusakan, yakni Haji Makruf, Haji Miatun, dan Haji Ali (saudara laki-laki, saudara perempuan, dan keponakan Sulimah) menghancurkan tanaman singkong di lahan seluas 17 meter persegi.
Selain itu, mereka juga merusak gubuk yang ada di lokasi tersebut. Setelahnya, para pelaku bahkan menanam jagung di atas lahan itu dengan dalih mengikuti keinginan kerabat yang lebih tua dari almarhum.
Merasa tidak terima atas tindakan penyerobotan rumah dan pengrusakan tanaman sawahnya tersebut, Sulimah akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Gresik.
Kepada blok-a.com, Sulimah menegaskan bahwa dirinya memiliki dokumen lengkap, termasuk sertifikat, yang membuktikan kepemilikan sah atas properti tersebut.
“Sebagai istri dari almarhum Sunoto yang juga seorang ahli waris, Sulimah menuntut haknya untuk dilindungi. Rumah dan sawah itu milik suami saya dan ada bukti sertifikat atas nama almarhum suami saya H Sunoto,” ujar Sulimah Usai keluar dari ruang SPKT Polres Gresik, Kamis (19/12/2024) siang.
Sulimah berharap pihak berwajib dapat segera menindaklanjuti laporan ini dan menegakkan keadilan.
Kasus ini turut menjadi sorotan warga setempat yang prihatin atas perlakuan yang dialami oleh Sulimah dan keluarganya. Mereka berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan.(ivn/lio)






Media Sosial