Mojokerto, blok-a.com – Konten video viral 2 pemuda yang keliling Kota Mojokerto memakai Popok Bayi (Pampers) dengan menaiki motor beberapa waktu lalu, menuai perhatian Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro.
Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro didampingi Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Achmad Rudy Zaini, sejumlah OPD Pemkot, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto Santi Ratnaning Tias, akhirnya memanggil para pembuat konten tersebut.
Konten yang memperlihatkan 2 pemuda menaiki motor Honda CB dengan memakai pampers, dan memakai bedak bayi di wajahnya itu, dilakukan Senin malam (29/1/2024), sekira pukul 23.30 WIB.
3 Orang pemuda yang awalnya nongkrong di pasar Padangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu tiba-tiba mendapatkan ide membuat konten Towir (toyol icikiwir).
AP (20) dan B (20) sebagai aktor konten berboncengan menggunakan motor Honda CB, sedangkan GF (22) merekam aksi kedua temannya dengan menggunakan motor lain.
Usai konten video mereka viral, Polresta Mojokerto akhirnya mencari alamat rumah ketiga pemuda tersebut, untuk melakukan penyelidikan dan pendalaman unsur pidana.
“Kita mendapat informasi dari masyarakat dan mendapatkan nomor kendaraan yang dipakai pelaku, kita lacak dan kita coba menghubungi keluarganya. Alhamdulillah pihak keluarganya menyerahkan kepada kita,” ujar Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Achmad Rudy Zaini.
Achmad Rudy Zaini menjelaskan, mereka secara umum sudah meminta maaf. Sehingga untuk mengarah ke unsur pidana masih butuh penyelidikan dan pendalaman.
“Secara umum mereka sudah meminta maaf, dan menyesali perbuatannya, jadi kita perlu penyelidikan dan pendalaman lagi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Mas Pj Ali Kuncoro menyayangkan konten yang dibuat ketiga pemuda tersebut karena mengandung nilai yang tidak pantas.
Namun atas kreatifitas mereka, Mas Pj menyarankan untuk membuat konten yang bisa mengangkat tema positif.
“Sebenarnya saya salut atas kreatifitas kalian. Cuma salah, konten yang dibuat adalah hal yang tidak pantas. Buatlah konten yang positif, misalnya tema yang bisa mengangkat kota Mojokerto agar bisa dikenal baik,” tutur Mas Pj.
Mas Pj juga menantang mereka untuk membuat konten baru yang positif tentang kota Mojokerto. Jika berhasil Mas Pj akan memberikan hadiah uang Rp2.500.000 sebagai apresiasi.
“Saya tantang kalian, apakah sanggup membuat konten yang positif? Kalau sanggup kira-kira berapa hari lagi bisa menemukan ide kreatif kalian yang positif? Kalau berhasil saya kasih hadiah uang dua juta lima ratus ribu,” tantang Mas Pj kepada mereka.
Salah satu dari mereka menjawab dan memberikan kesanggupan untuk membuat konten dalam dua hari kedepan.
“Saya sanggup, dalam dua hari kedepan saya akan buat konten,” jawab AP.
Saat ditanya Mas Pj, apa yang menjadi inspirasi dan dasar membuat konten Towir ini, mereka mengaku hanya iseng saja.
AP menjawab bahwa ide membuat konten tersebut muncul secara tiba-tiba, dan awalnya hanya iseng saja.
“Awalnya kita nongkrong di pasar Padangan, lalu kita iseng aja membuat konten Towir ini, jadi ide itu seketika muncul, lalu kita beli Pampers di toko Madura, dan mengambil bedak milik nenek,” ungkap AP.
Di depan awak media, ketiga pemuda pembuat konten Towir meminta maaf kepada Wali Kota dan seluruh warga Mojokerto khususnya atas konten yang mereka buat.
“Saya minta maaf kepada Bapak Pj Wali Kota, dan semuanya warga Mojokerto, saya menyesali perbuatan saya, saya tidak akan mengulanginya lagi,” pungkas mereka secara bergantian.(sya/lio)






Media Sosial