Mojokerto, blok-a.com – Padepokan Singo Wande Indonesia (SWI), sebuah pusat pengobatan tradisional dengan metode bekam kini menjadi sorotan. Tempat ini berlokasi di sebelah barat makam Syeh Jumadil Kubro, Desa Troloyo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Didirikan oleh Samsul Hudi (54), padepokan ini menawarkan terapi kesehatan berdasarkan ajaran Rasulullah Muhammad SAW yang diambil dari Kitab Thibbun Nabawi.
Samsul Hudi dulunya seorang tukang becak di Krian, Sidoarjo sejak tahun 2000. Ia menemukan panggilan hidupnya setelah bertemu Syeh Ahmed Ahmadi, seorang guru bekam dari Turki, dalam sebuah pengajian di tahun 2001.
Sejak saat itu, ia mendalami ilmu bekam yang dipercaya dapat mengeluarkan energi negatif dari dalam tubuh melalui proses pelepasan darah kotor.
“Dalam proses bekam, menurut Kitab Thibbun Nabawi adalah mengeluarkan darah yang kotor. Energi negatif itu, kan ada di aliran darah, jadi kita keluarkan lewat proses bekam itu tadi,” jelas Samsul Hudi, Rabu (24/7/2024).
Padepokan Singo Wande Indonesia bukan hanya sekadar tempat pengobatan. Dengan niat sedekah dan berbagi, Samsul Hudi menawarkan pendidikan bekam secara gratis kepada siapa saja yang ingin belajar, baik secara online maupun langsung di padepokan.
Saat ini, murid-muridnya telah tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri, seperti di Malaysia, Hong Kong, dan Arab Saudi.
Aktivitas sosial menjadi bagian penting dari Padepokan Singo Wande. Setiap hari Jumat, mereka mengadakan pengobatan gratis untuk siapa saja yang membutuhkan. Selain itu, padepokan ini juga menyediakan kebun sayuran yang bisa dipetik sendiri oleh pasien.
Kegiatan bakti sosial lainnya, termasuk pemberian santunan anak yatim dan sunatan massal. Bakti sosial tersebut sudah pernah digelar di berbagai daerah, seperti di Padang Halaban Medan, Pesawaran Lampung, Cikopo, Sampit, dan berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur.
Nama “Singo Wande” sendiri memiliki makna filosofi mendalam. “Singo” berarti singa atau raja dalam bahasa Jawa, sedangkan “Wande” berarti warung.
Filosofi ini mencerminkan kehidupan Samsul Hudi yang sederhana dan sering berada di warung. Bahkan hingga saat ini, ia sering bertemu dan mengobati pasien di warung, mencerminkan awal mula kehidupannya yang belum memiliki tempat tinggal tetap.
“Saya sudah mempunyai murid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan di luar negeri juga ada. Saat ini total murid saya ada 720 orang,” ungkap Samsul Hudi kepada blok-a.com.
Dengan visi dan misinya, Padepokan Singo Wande Indonesia terus berupaya menghidupkan kembali tradisi bekam. Sebagai solusi kesehatan yang aman dan bermanfaat, sekaligus menebar kebaikan melalui berbagai kegiatan sosialnya.(sya/gni)






Media Sosial