Jombang, blok-a.com – Polres Jombang melaksanakan pemusnahan barang bukti minuman keras (Miras) berbagai merek, hasil Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat), yang digelar sepanjang bulan Suci Ramadan, Rabu (3/4/2024).
Pemusnahan BB miras sebanyak 4.500 botol berbagai jenis dan merk ini di saksikan Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riadi, beserta jajaran, Pj Bupati Jombang yang di wakili Sekda Puwanto, bersama Forkopimda, dan Polsek jajaran.
Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riadi, dalam pres rilis mengatakan, pemusnahan barang bukti berupa miras ini adalah salah satu bentuk keseriusan jajaran kepolisian Polres Jombang dalam menekan peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Jombang.
“Ini salah satu bentuk keseriusan kami dalam menekan peredaran Miras di wilayah hukum Polres Jombang, apalagi di bulan Suci Ramadan ini,” terangnya.
“Sebanyak 4.500 botol Miras BB, hasil operasi pekat ini akan kita musnahkan bersama, semoga Kabupaten Jombang bisa terbebas dari peredaran miras,” lanjutnya.
Pada kesempatan terpisah, Kasat Samapta Polres Jombang, Iptu Ali Efendi mengatakan, pemusnahan BB yang dilaksanakan adalah hasil Operasi Pekat yang digelar sepanjang bulan Suci Ramadan, yakni mulai tanggal 20 hingga 30 Maret 2024, selama 10 hari.
“Alhamdulillah, tim hasil bentukan Bapak Kapolres dan tim khusus (Timsus) Miras, telah berhasil mengamankan sebanyak 4.500 minuman keras (Miras) dari berbagai jenis dan merk hasil operasi Pekat yang dilaksanakan selama 10 hari di bulan Suci Ramadan, yakni dari tanggal 20 hingga 30 Maret 2024,” terangnya.
Iptu Ali Efendi menambhakan, ada 2 tersangka yang di amankan dan sudah disidangkan, yakni Ibu Nanik Cafe PLN Sentul Tembelang, yang sudah di putuskan kemarin kena denda sebesar Rp 18.000.000 dan 2 bulan kurungan. Yang kedua yakni RM. Aulia Adi Kusuma, kena denda Rp 2.500.000.
“Ada dua tersangka yang diamankan dan sudah disidangkan, kemarin sudah diputuskan. Yang pertama yakni Ibu Nanik Cafe PLN Sentul yang paling banyak, kena denda delapan belas juta rupiah, dan dua bulan kurungan. Dan satunya RM. Aulia Adi Kusuma kena denda dua juta lima ratus ribu rupiah,” lanjutnya.
“Untuk Operasi Pekat ini sudah selesai, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap dilaksanan, jadi ini nanti sifatnya kegiatan rutin yang ditingkatkan. Dalam operasi kemarin dapat dua puluh lima titik, dan yang terbanyak di Cafe PLN Sentul,” pungkasnya.(Sya)





Media Sosial