Sambut Hari Pahlawan, Pelantikan PTPS se-Kecamatan Bungah Gresik Diwarnai Kostum Pejuang

Sejumlah Petugas Pengawas saat dilantik dan menggunakan kostum pejuang.

Gresik, blok-a.com – Pelantikan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Bungah, Gresik, Senin (4/11/2024) malam, dikemas dengan nuansa patriotisme.

Seluruh Keluarga Besar Panwascam mulai dari Komisioner, Staf Pelaksana, Staf Pendukung, Kesekretariatan hingga Panwas Kelurahan/Desa (PKD) kompak mengenakan kostum bertemakan pahlawan nasional.

Sebanyak 94 petugas PTPS se-Kecamatan Bungah pun resmi dilantik.

Pelantikan ini digelar di Aula Yayasan Ponpes Qomaruddin, Jl. Raya Bungah No. 10, Dusun Sampurnan, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Giat ini juga diikuti jajaran Forkopimcam lengkap, Asosiasi Kepala Desa (AKD), tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Tema kostum tersebut sengaja dipilih untuk menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2024 mendatang.

“Selain untuk menyemarakkan Pelantikan PTPS se-Kecamatan Bungah, kami juga memberikan edukasi kepada seluruh peserta pelantikan dan juga masyarakat luas betapa pentingnya menghormati sekaligus memperingati momentum Hari Pahlawan 10 November 2024,” ungkap Kordiv Pencegahan, Pengawasan, Humas dan Parmas Didik Hendriyono.

“Tanpa jasa dan pengorbanan para pahlawan yang begitu besar, tentu kita tidak bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” Imbuhnya.

Komisioner Panwascam Bungah lainnya, Abdul Wahab Syahroni dan Abdul Malik, mengucapkan selamat kepada 94 PTPS se-Kecamatan Bungah yang telah dilantik.

Mereka juga memberikan apresiasi sekaligus reward.

Reward yang pertama diberikan kepada 3 Terbaik dalam menggelorakan Yel-Yel PTPS masing-masing desa se-Kecamatan Bungah.

Reward berikutnya diberikan kepada 3 terbaik dari PKD yang mengenakan kostum bertemakan pahlawan.

Untuk diketahui, tidak hanya di Kecamatan Bungah, pelantikan PTPS ini dilakukan serentak di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Total sebanyak 1.868 PTPS yang akan bertugas mengawasi tahapan kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara (Putungsura).

Proses pelantikan ini merupakan bagian dari persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Gresik yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Gresik, Robbah Khunaifih turut memberikan ucapan selamat kepada para PTPS yang telah lolos melalui proses seleksi dan wawancara ketat untuk menjadi bagian dari Keluarga Besar Bawaslu.

Terlebih, peran PTPS sangat penting dalam menjaga transparansi dan integritas proses pemilihan.

“Kami ucapkan selamat kepada Sahabat-sahabat yang terlantik, karena sudah melalui proses wawancara ketat dan akhirnya menjadi Keluarga Besar Bawaslu. Peran seluruh PTPS sangat krusial sebagai ujung tombak pengawasan guna menjaga integritas dan marwah pengawasan di setiap tahapan Pilkada,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa tugas PTPS tidak hanya sekadar mengawasi. Namun juga harus selalu siaga di setiap tahap pemungutan suara. Mulai dari kampanye hingga penghitungan suara di TPS.

“Tidak boleh lengah sedikit pun di setiap tahapan pra pemungutan, terlebih pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Cegah, awasi, dan tindak jika terjadi pelanggaran,” tegasnya.

Dalam proses pelantikan ini, sebanyak 1.868 orang resmi mengambil sumpah jabatan sebagai PTPS. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat yang mencerminkan keberagaman Kabupaten Gresik.

Kehadiran PTPS yang berasal dari latar belakang berbeda ini diharapkan dapat mencerminkan keterwakilan masyarakat dalam proses pengawasan demokrasi. Sehingga memberikan kontribusi positif bagi kelancaran jalannya Pilkada.

“Kami berharap, dengan pengabdian dan dedikasi kalian sebagai PTPS, proses pemilihan di Gresik dapat berlangsung dengan lancar, adil, dan demokratis,” terang Robbah.

Robbah juga mengingatkan para petugas PTPS untuk berpegang teguh pada prinsip independensi. Tidak berpihak pada salah satu kandidat atau golongan tertentu.

Dalam rangka menjalankan tugas pengawasan ini, para PTPS telah dibekali dengan panduan teknis serta materi tentang kode etik yang harus dipatuhi.

Pelantikan ini menandai dimulainya rangkaian persiapan Pilkada serentak di Kabupaten Gresik, yang diharapkan berjalan lancar dan transparan berkat peran aktif masyarakat dalam pengawasan.

“Kami menaruh harapan besar terhadap kinerja PTPS dalam menjaga kondusivitas di wilayah tugas mereka masing-masing,” ungkapnya.

Selain PTPS, Bawaslu juga berkolaborasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat untuk memastikan setiap tahapan Pilkada berlangsung tertib dan aman.

Nantinya, petugas PTPS akan mulai aktif memantau aktivitas kampanye para kandidat hingga tahapan pemungutan suara selesai.

Mereka akan berada di setiap TPS pada hari pemilihan untuk mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara, serta siap menindak apabila terjadi pelanggaran sesuai dengan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku. (ivn/lio)