Hasil Survey Pemilu: PDIP, Gerindra dan PKB Disukai Perempuan Jatim

Ilustrasi: pemilih perempuan (blok-a.com)
Ilustrasi: pemilih perempuan (blok-a.com)

Surabaya, blok-a.com – Jelang Pemilu 2024 yang tinggal menghitung bulan, partai-partai besar telah berlomba menyisir berbagai segmen demografi pemilih. Para pemilih perempuan juga tak luput menjadi perhatian partai-partai peserta Pemilu.

Berdasarkan hasil survei oleh Surabaya Survey Center (SSC), diketahui jika mayoritas kaum perempuan di Jawa Timur menjatuhkan pilihannya pada PDI Perjuangan, PKB, dan Partai Gerindra.

Peneliti Senior SSC, Ikhsan Rosidi mengungkapkan bahwa PDIP memuncaki pilihan dalam hasil survey Pemilu tersebut dengan raihan 24,2 persen.

“Baru kemudian diikuti oleh PKB dengan 21,7 persen dan Gerindra dengan 14,2 persen. Partai lainnya bagaimana? Perolehannya masih di bawah 10 persen. Partai-partai tersebut, meliputi Demokrat dengan 8,5 persen, Golkar 6,8 persen, Nasdem 4 persen, PAN 3,8 persen, PKS 3,4 persen, PPP 2,2 persen, Perindo 1,6 persen”, terangnya.

Lebih lanjut Ikhsan menguraikan. Adapun partai-partai lain perolehannya masih di bawah 1 persen.

“Selebihnya seperti partai PSI 0,5 persen. Kemudian PBB, Hanura, dan Ummat, ketiganya memperoleh 0,3 persen. Sementara Garuda 0,2 persen, kemudian Gelora dan PKN sama-sama 0,1p ersen. Sedangkan partai Buruh sama sekali tidak mendapat pilihan dari pemilih perempuan,” imbuhnya.

“Pemilih perempuan adalah salah satu segmen pemilih yang memiliki efek elektoral yang tinggi pada setiap Pemilu. Sebab pemilih perempuan terbukti memiliki loyalitas tinggi pada pilihannya dan tingkat partisipasi pemilu yang tinggi pula. Sehingga memenangkan suara pada segmen pemilih perempuan adalah salah satu langkah strategis untuk memenangkan kontestasi Pemilu,” ujar Ikhsan Rosidi.

Meskipun demikian, ia menggarisbawahi jika ceruk dari responden pada segmen demografi ini juga masih relatif terbuka.

“Masih ada 7,8 persen yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu. Tentunya, potensi ini bisa menjadi tambahan suara bagi partai mana pun yang dapat mengelolanya,” pungkasnya.

PDIP, PKB, dan Gerindra, Partai Pilihan Nahdliyin

PDIP menjadi partai politik yang paling dipilih oleh kalangan Nahdliyin. Hal itu juga terungkap melalui hasil survey Pemilu oleh Surabaya Survey Center.

Terkait hal tersebut, Direktur SSC, Mochtar W. Oetomo mengungkapkan jika PDIP berada di posisi pertama, diikuti oleh PKB dan Gerindra di posisi kedua dan ketiga.

“PDIP meraih 24,2 persen, sedangkan PKB 23,5 persen, dan Gerindra 16,8 persen,” urainya.

Mochtar menambahkan, perolehan PDIP sebagai yang partai pilihan puncak bagi Nahdliyin sangat menarik. Ini mengingat partai besutan Megawati Soekarno Putri ini dikenal sebagai partai Nasionalis.

“Berarti kader-kader PDIP sangat bekerja keras dalam menyentuh masyarakat Jawa Timur, khususnya dalam demografi Nahdliyin ini. Bahkan perolehannya mengalahkan PKB”, imbuh Dosen FISIB Universitas Trunojoyo ini

Lebih lanjut Mochtar menjabarkan partai lainnya pun perolehannya hanya kurang dari 10 persen. Di antaranya Demokrat memiliki perolehan 7,9 persen, sedangkan Golkar dengan 5,8 persen, Nasdem 2,8 persen, PPP 2,5 persen, PAN dan PKS masing-masing 2 persen, serta Perindo 1,7 persen.

“Sementara lainnya seperti PSI hanya 0,5 persen, PBB 0,3 persen, Hanura 0,2 persen. Kemudian partai Ummat, Buruh, dan Gelora kompak memperoleh 0,1 persen. Lalu partai Garuda dan PKN benar-benar tidak mendapat pilihan dari Nahdliyin”, terangnya.

Meskipun demikian, Mochtar menegaskan jika potensi suara dari responden pada segmen demografi ini juga masih relatif terbuka untuk diperebutkan.

“Masih ada 9.5 persen yang memilih tidak menjawab atau tidak tahu, yang merupakan potensi suara yang masih dapat diperebutkan di waktu tersisa menjelang Pemilu mendatang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, SSC adalah lembaga survei yang bernaung di bawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI). Lembaga survey ini telah aktif di berbagai kegiatan riset opini publik sejak 16 tahun lalu, tepatnya tanggal 7 Juli 2007.

Survey tersebut dilaksanakan sejak 25 Juli hingga 03 Agustus 2023 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Sebanyak 1.200 responden dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dalam setiap Kartu Keluarga (KK) dilakukan dengan bantuan kish grid. (kim)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?