Surabaya, blok-a.com – Surokim Abdus Salam, pengamat politik yang juga peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC) menyampaikan, dinamika politik di Jatim masih memungkinkan untuk memajukan kandidat non kader partai sebagai penguat bagi munculnya calon-calon berkualitas, seperti dari perguruan tinggi, ormas, LSM atau pegiat sosial kemasyarakatan yang lain.
“Demikian juga dengan munculnya nama Lutfil Hakim Ketua PWI Jawa Timur, yang selama ini sudah banyak orang tahu kualitasnya,” ujar Surokim, dosen Universitas Trunojoyo Madura ini, Minggu (7/4/2024).
Menurut Surokim, semua ini perlu diikhtiarkan agar politik kian dinamis dan bisa membuka peluang munculnya kandidat-kandidat berkualitas.
“Sehingga bisa lebih kompetitif,” ujarnya.
Munculnya nama-nama di luar partai, seperti Lutfil Hakim Ketua PWI Jatim ini, menurut Surokim, sekaligus menjadi penantang sosok-sosok baru kandidat para pemimpin yang akan ikut kontes.
“Adanya stok calon yang melimpah akan membuat kompetisi Pilkada jauh lebih menarik dan kompetisi bisa berlangsung lebih demokratis,” ujar Surokim.
Peta ini juga akan membuat Pilkada jauh lebih terhormat dan bermartabat, yang diyakini akan bisa menghasilkan para pemimpin berkualitas dan berintegritas. Serta memungkinkan munculnya tokoh-tokoh kejutan untuk Jatim
Diakui Surokim, jalannya tidak mudah tetapi munculnya para pemimpin daerah dari non partai biasanya lebih komunikatif dan lebih cepat adaptif dan akomodatif.
“Yang pasti lebih leluasa bergerak melakukan berbagai terobosan dan perubahan baru, karena biasanya jauh lebih independen,” tambah Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) ini.
Saat ini suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur, Rabu 27 November 2024, terus menghangat.
Petahana Khofifah Indar Parawansa, masih tetap merajai elektabilitas dan popularitas untuk kembali memimpin Jatim, periode II.
Namun, teka-teki siapa yang akan digandeng Khofifah belum terjawab. Bakal calon wakil gubernur (Bacagub) hampir bisa dipastikan tidak gandeng dengan Emil Elestianto Dardak.
Melihat itu santer di masyarakat Jatim, sosok Bacawagub diusulkan dari kalangan non partai.
Meski demikian Parpol pemilik kursi parlemen di Jatim masih kuat menyodorkan nama-nama kader mereka, tentu sengan imbalan rekom dan posisi jabatan.
Pesaing Khofifah, diperkirakan adalah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Ketua PKB, Tri Rismaharini kader PDIP yang Menteri Sosial, Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad, Ketua Golkar Jatim, HM Sarmuji, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan lainnya.
Lalu peluang dan kans besar bisa sangat mungkin muncul dalam bursa nama-nama tokoh di luar Parpol yang dianggap pantas di Pilkada Gubernur Jatim.(kim)






Media Sosial