Kampanye Perdana, Cak Imin Hadiri Halaqoh Kebangsaan Jaringan Perempuan Nahdliyin Mojokerto

Cak Imin dalam kampanye perdana di GOR Krapyak, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.(blok-a.com/Syahrul)
Cak Imin dalam kampanye perdana di GOR Krapyak, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Halaqoh Kebangsaan yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Krapyak, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dalam tema Jaringan Perempuan Nahdliyin menjadi ajang kampanye perdana Calon Wakil Presiden (Capres) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Jadwal kampanye pemilu tahun 2024 yang dimulai pada Selasa (28/11/2023) selama 75 hari kedepan diikuti oleh pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1, yaitu Anies Rasyid Baswedan dan Cak Imin.

Kampanye yang dihadiri para pendukung pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) dari partai pengusung yaitu partai PKB, sejumlah Kiyai, Bu Nyai, Ulama’ dan Santri, Muslimat NU Mojokerto, juga anggota DPR Kabupaten/Provinsi/Pusat, Caleg DPRD Kabupaten/Propinsi/Pusat, maupun massa yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Nahdliyin (JPN) Kabupaten Mojokerto.

Cak Imin dalam kesempatan itu didampingi ketua Pemenangan Jawa Timur Dr. H. Thoriqul Haq, S.Ag, M.ML, bersama waketum PKB Jazilul Fawaid, serta kader PKB yang duduk di parlemen, disambut ketua DPC PKB kabupaten Mojokerto Hj Ainy Zuroh M.M

Dalam orasinya, Cak Imin menyampaikan bahwa pemilu kali ini merupakan kesempatan untuk melakukan perubahan pemimpin. Siapa pun presiden yang terpilih nanti adalah proses perubahan dari pemimpin yang sekarang.

“Dari ketiga calon presiden semuanya adalah sosok pemimpin baru. Jadi ini adalah momen penting untuk perubahan pemimpin dari yang sekarang,” ungkapnya.

Cak Imin berharap warga NU bisa memenangkan pasangan AMIN, karena dilihat dari pemilu sebelum-sebelumnya, partai PKB termasuk partai yang selalu menang dalam memberikan dukungan kepada Capresnya.

Sejak memberikan dukungan kepada Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), kemudian pasangan Susilo Bambang Yudoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK), lalu pasangan SBY-Boediono, kemudian Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Mudah-mudahan kita bisa menang seperti pengalaman pada pemilu sebelumnya. PKB selalu memenangkan calon presiden yang didukungnya. Karena PKB sudah terbukti dan sudah dikenal seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Cak Imin berjanji akan menyejahterakan Guru Ngaji yang selama ini menurutnya masih kurang perhatian dalam hal kesejahteraannya.

Pasangan Amin adalah pasangan Santri yang sama-sama sudah berkomitmen akan membuat keputusan bersama (Dwifungsi) jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

“Kebetulan saya dan mas Anies sudah berteman lama, sejak kuliah di UGM Yogyakarta kita sudah saling kenal. Meskipun tidak sama fakultas, saya di fisipol, sedangkan mas Anies di ekonomi, tapi kebetulan kelasnya bersebelahan, jadi kita sudah saling kenal,” tegas Cak Imin.

Kurang lebih satu jam berorasi, akhirnya acara kampanye dilanjutkan dengan sholawatan oleh semua yang hadir, dan ditutup dengan pembacaan doa.

Sebelum meninggalkan tempat acara, Cak Imin memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya.

“Saya hari ini seneng, lebih dari seribu perempuan ini tokoh semua yang akan bergerak ke masyarakat, yang akan menjadi bagian agenda perjuangan dibawah kepemimpinan AMIN,” ujar Cak Imin

“Perempuan adalah penyangga ekonomi keluarga, sehingga di kepemimpinan AMIN nanti perempuan hamil yang miskin harus menjadi tanggung jawab negara, sehingga anak sejak usia satu hari dikandungan sudah menjadi perhatian dari pemerintah,” pungkasnya.(sya/lio)