Puluhan Warga Mojokerto Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp2 Miliar

Warga yang menjadi korban penipuan investasi bodong.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Warga yang menjadi korban penipuan investasi bodong.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Kasus penipuan berkedok investasi kembali mengguncang warga Mojokerto dan sekitarnya.

Sekitar 70 orang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto dilaporkan menjadi korban, dengan total kerugian mencapai Rp2 miliar.

Investasi bodong ini melibatkan pasangan suami-istri, BARP (24) dan ADAA (24), yang berasal dari Desa Dinoyo, Jatirejo, Mojokerto.

Para korban, seperti Annisa Dwi (24), mengungkapkan bahwa modus operandi terlapor mengiming-imingi keuntungan besar sebesar 30-50% dalam 10 hari sebagai imbalan atas modal yang diinvestasikan.

“Awalnya saya ikut dengan Rp1 juta. Namun setelah beberapa bulan, keraguan mulai muncul karena terlapor terus memaksa kami untuk menambah investasi,” ujar Annisa, salah satu korban yang mengalami kerugian sekitar Rp120 juta.

Terbongkarnya investasi bodong ini membuat para korban melakukan pelaporan resmi ke Polres Mojokerto, pada 13 Mei 2024.

Mereka membawa sejumlah bukti, termasuk bukti mutasi rekening dan percakapan melalui WhatsApp sebagai alat bukti.

“Mereka berharap agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan untuk menangkap terlapor dan mengembalikan uang yang telah diinvestasikan,” ungkap Mella Rosna (33), korban lain yang turut melaporkan kasus ini.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

Para korban bersama masyarakat setempat berharap agar pelaku segera ditangkap dan dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(sya/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?