Mojokerto, blok-a.com – Tamu Hotel Wonokerto, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto meninggal dunia saat check in bersama teman wanitanya, Selasa (22/11/2023).
Pria berinisial NR (63), bersama teman wanitanya SM (47), warga Desa Temu, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, check in di hotel Wonokerto sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Supra GTR 150.
NR tiba-tiba tewas beberapa saat setelah masuk ke dalam kamar hotel. SM yang kaget melihat NR tak sadarkan diri, segera mendatangi resepsionis untuk minta bantuan.
Office Boy (OB) Hotel Wonokerto, Surya (18) mengatakan, saat mendatangi resepsionis untuk melaporkan kondisi NR yang mendadak pingsan, SM mengaku belum sempat berhubungan intim dengan NR.
“Pegawai hotel datang semuanya ke kamar korban. Saat kami cek, ternyata sudah tidak ada denyut nadinya,” terang Surya.
Menurut Surya yang sempat ikut masuk ke kamar E10, NR tergeletak di lantai persis sebelah ranjang dengan memakai celana pendek dalam kondisi terlentang. Ia memastikan tidak ada luka maupun darah pada tubuh korban.
“Kata ceweknya, cowoknya kayak terkejut, lalu tidak sadarkan diri,” ungkapnya.
Pihak hotel langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Pungging. Tak lama kemudian, sejumlah polisi dari polsek dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto melakukan olah TKP di kamar E10.
SM menangis histeris setelah tahu teman kencannya tewas. SM diketahui tinggal di desa yang sama dengan NR, yakni di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.
“Ceweknya sempat menangis karena cowoknya meninggal. Ceweknya kukuh kalau cowoknya cuma pingsan. Dia sempat menangis histeris,” jelas Surya.
Setelah melakukan olah TKP, polisi dibantu para relawan mengevakuasi jenazah NR ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto untuk divisum. Sedangkan SM diamankan ke Polsek Pungging untuk dimintai keterangan.
“Hasil olah TKP kami amankan sepeda motor dan pakaian korban,” ujar Kapolsek Pungging AKP Didit Setiawan.
Didit enggan berspekulasi terkait penyebab tewasnya NR di kamar E10 Hotel Wonokerto. Menurutnya, penyebab kematian korban bakal diungkap melalui visum.
Namun, visum luar atau autopsi digelar setelah mendapatkan persetujuan dari keluarga korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kami menunggu keluarga korban apakah visum luar atau autopsi,” tandasnya.(sya/lio)






Media Sosial