Pohon Bulu Tumbang Tutup Jalan Alternatif Trawas – Ngoro Mojokerto 

Proses evakuasi pohon tumbang di jalur alternatif Trawas-Ngoro, Mojokerto.(dok. BPBD Kabupaten Mojokerto for blok-a.com)
Proses evakuasi pohon tumbang di jalur alternatif Trawas-Ngoro, Mojokerto.(dok. BPBD Kabupaten Mojokerto for blok-a.com)

Mojokerto, blok-a.com – Cuaca ekstrem akhir-akhir ini sering terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Sebuah pohon besar jenis Bulu, berdiameter 200 centimeter, tumbang setelah diterjang angin kencang, Rabu pagi (28/2/2024) sekira pukul 07.00 WIB.

Lokasi pohon tumbang tepatnya di Dusun Sendang, desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Juanda Surabaya, pada tanggal 27 Februari pukul 15.00 – 02.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang yang berdurasi lama. Sehingga mengakibatkan pohon tumbang dan menutupi akses jalan dan menimpa sebuah warung.

Pusdalops BPBD Kabupaten Mojokerto menerima laporan kejadian dari WhatsApp. Selanjutnya tim Posko Hidrometeorologi menuju ke lokasi untuk melakukan assessment dan evakuasi pohon tumbang.

Proses evakuasi dilakukan petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dengan dibantu Koramil setempat, Polsek setempat, Perhutani, relawan, PMI, DPUPR, DLH, dan masyarakat sekitar dan dipantau langsung oleh Camat Trawas.

Akibat kejadian itu, jalur alternatif yang menghubungkan Trawas-Ngoro tidak bisa dilalui kendaraan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, proses evakuasi dimulai dari pagi hingga sore dan dilanjutkan besok, Kamis (29/2/2024).

“Proses evakuasi pohon tumbang dihentikan sekitar pukul 14.35 WIB, dan akan dilanjutkan besok pagi, karena petugas sudah kelelahan, dan jalan sudah bisa dilalui sementara,” ungkapnya.

“Saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, karena memang sebelumnya, jalan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja, untuk mobil tidak bisa lewat sejak jembatan dibongkar,” lanjutnya.

Khakim menambahkan, dampak dari kejadian tersebut, tidak ada korban manusia.

Namun warung milik Bapak Ruman yang rusak berat ditafsir sekitar Rp40 juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian yang dialami pemilik warung yaitu Pak Ruman sekitar empat puluh juta rupiah,” pungkasnya.(sya/lio)