Mojokerto, blok-a.com – Diduga karena serangan jantung, seorang petani di Dusun Jogodayoh, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jamali (67), tiba-tiba nggeblak (jatuh telentang kebelakang) saat memanen padi di sawah.
Jamali, merupakan warga Dusun Tambak Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Ia mengajak tetangganya yang bernama Sauman (64) pergi ke sawah untuk bekerja memanen padi. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB, berboncengan menggunakan sepeda motor.
Sampai di lokasi, mereka mulai memanen padi. Selang beberapa jam, tiba-tiba korban terjatuh ke belakang (geblak) dan napasnya mengeluarkan bunyi seperti orang mendengkur (ngorok).
Korban jatuh di depan Sauman, lantas Sauman berusaha menolong dengan membopong korban, harapannya agar tidak ngorok lagi.
Namun menurut Sauman, korban sudah lemas, bahkan meninggal dunia. Kemudian ia berteriak meminta tolong kepada pengendara motor yang kebetulan lewat di jalanan dekat sawah.
Sauman mengatakan, korban mengajak Sauman memanen padi dan berangkat pagi-pagi karena lokasinya cukup jauh dari rumahnya.
“Iya, saya diajak manen padi ini tadi. Saya ngajak berangkat pagi, karena sawahnya jauh. Saya mreman (nguli) manen padi di sawah bersama teman saya (Jamali red),” terang Sauman, Rabu (24/4/2024).
Menurut Sauman, sebelumnya tidak ada firasat atau tanda-tanda yang aneh pada korban. Korban sendiri tidak ada keluhan sakit atau kelelahan.
“Sebelumnya korban tidak ada keluhan apa-apa, misalnya badannya nggak enak, atau gimana. Biasa saja, nggak terlihat kecapekan atau apa,” tambah Sauman.
Petugas kepolisian yang mendapat laporan datang kelokasi untuk olah TKP. Bersama sejumlah relawan, korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Mojokerto.
Korban langsung dibawa ke rumah duka, karena hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.(sya)





Media Sosial