Surabaya, blok-a.com – Beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan perekrutan 17 anak muda untuk menjadi asisten di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono merespons positif atas perekrutan tersebut.
“Saya kira itu hal yang bagus dari Wali Kota Surabaya, merekrut anak muda untuk terlibat dalam pembangunan Kota Surabaya. Mengawal kebijakan-kebijakan kota Surabaya. Sehingga membuka ruang, partisipasi publik yang semakin luas,” kata Adi usai rapat paripurna pada Rabu (7/2/2024) lalu.
Menurutnya, perekrutan tersebut juga akan berpengaruh terhadap hal lainnya termasuk salah satunya yaitu menyikapi kader Surabaya Hebat.
Dirinya juga berharap asisten Wali Kota Surabaya yang baru saja bertugas bisa dengan cepat menyesuaikan diri. Serta mampu membantu mengayomi suara anak muda Surabaya.
“Sejauh yang kita tahu, adalah kesempatan mereka yang semakin luas untuk mendapatkan ruang-ruang pekerjaan. Kemudian ruang-ruang kreatif, apa lagi ini Kota Surabaya terus tumbuh, kemudian public space yang kemudian digaungkan oleh kelompok-kelompok anak muda,” ujarnya.
Adi Sutarwijono menyoroti persoalan yang timbul di kalangan anak muda. Yakni sulitnya mendapatkan kesempatan pekerjaan.
“Khususnya kalau perekrutan tenaga kerja ini, saya mengusulkan kalau ada Job Fair itu tidak terpusat di tengah kota. Misalkan kita tempatkan di masing-masing Kecamatan,” imbuhnya.
Ia memberi perumpamaan, apabila ada perekrutan tenaga kerja di Kecamatan Genteng, setelah lolos dan dinyatakan bekerja maka area penempatannya juga di kecamatan yang sama agar tidak terlalu jauh.
“Jadi terkait asisten muda Walikota itu saya kurang mengetahui secara detail harus menjaring atau bagaimana tapi saya mengapresiasi perekrutan tersebut,” jelas Adi.
Lebih jauh menurutnya, apabila dari asisten muda Walikota Surabaya memberikan ide untuk pembangunan Kota Surabaya, ide tersebut bisa dijadikan regulasi baru dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Hal itu bisa saja dilakukan. Tapi alangkah baiknya apabila Wali Kota Surabaya mengajak berdiskusi DPRD Kota Surabaya. Karena itu menyangkut regulasi yang harus diketahui oleh masyarakat,” tutup Adi.(fa/lio)






Media Sosial