Kankemenag Kabupaten Mojokerto Persiapkan Kepulangan Jemaah Haji

Pemberangkatan jemaah calon haji kabupaten Mojokerto oleh Bupati Ikfina Fahmawati di Pendopo Kabupaten Mojokerto bulan lalu.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Pemberangkatan jemaah calon haji kabupaten Mojokerto oleh Bupati Ikfina Fahmawati di Pendopo Kabupaten Mojokerto bulan lalu.(Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Mojokerto tengah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kepulangan jemaah haji.

Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Mojokerto telah dilakukan. Mengingat aspek teknis acara berada di bawah Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Kemarin sudah koordinasi, mungkin nanti akan melakukan rapat karena perkiraan pulang tanggal 10, 12, 13 Juli 2024,” ujar Muttakin, Senin (24/6/2024).

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menentukan apakah jemaah haji akan disambut dengan cara yang sama seperti saat pemberangkatan atau semua jemaah haji kloter 65, 66, dan 67 akan dikumpulkan menjadi satu di pendopo.

Jemaah haji Kabupaten Mojokerto diperkirakan akan tiba di Surabaya pada malam tanggal 10 Juli 2024.

Muttakin menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini akan menentukan rincian teknis penyambutan agar proses berjalan lancar dan tertib.

“Kami ingin memastikan bahwa kepulangan jemaah haji berjalan dengan aman dan lancar,” tambahnya.

Sebanyak 1.117 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Mojokerto diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum diterbangkan ke Tanah Suci pada Rabu (29/5).

Jemaah yang tergabung dalam kloter 65, 66, dan 67 Embarkasi Surabaya tersebut diberangkatkan oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati di Pendopo Pemkab Mojokerto, Selasa (28/5/2024).

Muttakin menjelaskan bahwa total jemaah haji yang diberangkatkan tahun ini adalah 1.117 orang yang terbagi dalam 3 kloter.

Sebelumnya, ada 8 jemaah yang berangkat terlebih dahulu ke Tanah Suci pada Rabu (21/5).

“Mereka diusulkan berangkat awal lantaran status rombongan haji Kabupaten Mojokerto yang menjadi kloter penyangga. Keberangkatan mereka untuk mengisi kloter 43, 46, dan 60 yang mengalami kekosongan akibat penundaan keberangkatan sejumlah CJH,” jelasnya.

Haji tahun ini diikuti oleh sekitar 60 persen jemaah lansia, dengan jemaah termuda berusia 19 tahun dan tertua 94 tahun.

Dari Kementerian Agama sendiri sudah menyiapkan petugas kesehatan untuk mendampingi jemaah. Namun, berdasarkan data yang dihimpun oleh blok-a.com, terdapat dua jemaah haji asal Mojokerto yang meninggal di tanah suci.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, diharapkan kepulangan jemaah haji Kabupaten Mojokerto tahun ini akan menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan syukur bagi semua pihak yang terlibat.(sya/lio)