Mojokerto, blok-a.com – PT Nusantara Medika Utama (NMU) bergerak dalam bidang usaha kesehatan termasuk salah satunya Rumah Sakit Gatoel yang terletak di Jalan Raden Wijaya no 56, Mergelo, Kranggan, Kota Mojokerto.
Berkomitmen turut andil dalam menekan angka stunting, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyalurkan bantuan CSR bagi penderita stunting.
Kegiatan yang digelar oleh PT NMU di Ballroom hotel Raden Wijaya, Jalan Raden Wijaya no. 42, Mergelo, Kranggan, Kota Mojokerto dihadiri oleh Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro dan segenap jajaran OPD dinas terkait, Camat, dan Lurah di 5 kelurahan, serta warga dan balita Stunting, Kamis (20/6/2024).
Dalam kesempatan itu hadir langsung Direktur PT NMU, dr. Titin Amri Wilujeng, bersama jajarannya. Hadir pula Direktur Rumah Sakit Gatoel, dr. Wahjoe Harijanto, M.M.R.S., beserta jajaran management.
Program CSR adalah suatu konsep dimana perusahaan bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan oleh kegiatan bisnisnya, dalam hal ini, program dari rumah sakit Gatoel adalah sosialisasi dan penyerahan bantuan penanganan Stunting di wilayah Kota Mojokerto.
Dengan menggandeng Pemkot, PT NMU memberikan bantuan dan sosialisasi penekanan angka Stunting kepada warga 5 kelurahan, yakni Kelurahan Kranggan, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Magersari, Kelurahan Gunung Gedangan, dan Kelurahan Gedongan.
Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro menyampaikan, stunting adalah masalah yang menjadi konsen pemerintah pusat. Karena mengintervensinya butuh waktu yang cukup lama.
“Pada kesempatan ini ada momen yang istimewa, karena bertepatan dengan hari jadi kota Mojokerto yang ke-106. Temanya adalah “Menuju Kota Wisata Sejarah Yang Mandiri dan Berdaya Saing dan Berdampak”, sub temanya adalah “Tumbuh Berkembang dan Berdampak”. Kita dan pemerintah pusat mengalokasikan dana cukup banyak untuk masalah Stunting ini, dan diampu oleh 17 OPD kami untuk benar-benar menuju zero Stunting di Kota Mojokerto,” tuturnya.
Mas Pj menambahkan, masalah stunting ini tidak mudah. Perlu ada kolaborasi dan pendekatan dengan mengedepankan Pentahelix. Karena jika hanya mengandalkan pemerintah daerah tidak akan efektif.
“Kami berterima kasih kepada PT NMU, dan semua yang hadir di sini, yang berkolaborasi untuk bersama-sama menangani masalah Stunting di kota Mojokerto. Karena ini eranya kolaboratif yang mengedepankan Pentahelix harus digerakkan semua, ada pemerintah, pihak swasta, ada pengusaha, ada akademisi, ada pers, saya yakin masalah Stunting ini akan cepat diselesaikan,” tambahnya.
Lanjut Mas Pj, menurut data dari total jumlah balita yang ada di kota Mojokerto, ada sekitar 1,95 persen balita stunting yang ada di data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Karena data tersebut adalah by name by address.
“Intinya dengan semangat kebersamaan ini, mari kita wujudkan bahwa generasi kelak adalah generasi yang unggul, generasi yang cerdas, generasi yang punya daya saing untuk membawa ke peradaban baru, yakni Indonesia Emas di tahun 2045,” tutupnya.
Direktur PT NMU, dr. Titin Amri Wilujeng dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan program CSR dari perusahaan yaitu rumah sakit Gatoel yang merupakan unit usaha PT NMU.

“Ini memang salah satu program CSR-nya kami dari perusahaan, kami kan ada di tengah-tengah masyarakat. Dan kebetulan kami kan ada di industri kesehatan, sedangkan Stunting itu sendiri kan sekarang menjadi isu yang hangat di negara kita. Jadi kami ingin berkontribusi dengan memberikan asupan makanan tinggi protein untuk balita-balita yang memang diagnosa Stunting,” jelasnya kepada blok-a.com di lokasi kegiatan.
Selain memberikan asupan makanan tinggi protein, PT NMU juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada Ibu dan balita Stunting dengan menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter ahli gizi.
“Mudah-mudahan, mohon doanya kepada kami supaya perusahaan berkembang menjadi lebih baik lagi, dengan begitu kontribusi kami kepada masyarakat akan lebih baik lagi. Alhamdulillah program ini sudah berjalan 2 tahun, kami tahun ini menghandle 5 kelurahan, mudah-mudahan tahun depan kami bisa menghandle lebih banyak lagi,” tutupnya.
Sementara di kesempatan terpisah, Lurah Balongsari Ageng Ardhiyanto mengapresiasi program yang diberikan oleh PT NMU untuk bersama-sama berkolaborasi dengan Pemerintahan Kota dalam mengentaskan masalah stunting.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada PT Nusantara Medika Utama dalam kegiatannya memberikan asupan makanan tinggi protein bagi penderita Stunting. Ini akan berjalan selama 3 bulan dengan memberikan asupan makanan tinggi protein setiap pagi, mudah-mudahan program seperti ini bisa dilakukan secara rutin, dan PT NMU sudah 2 tahun ini melaksanakan program ini,” terangnya.(sya/lio)






Media Sosial