blok-a.com – Sebanyak 37 akun di media sosial (medsos) kini tengah dalam pantauan pihak kepolisian karena diduga menjadi ruang komunikasi para anggota gangster Surabaya.
Konten yang ada di 37 akun medsos tersebut seluruhnya terdeteksi dibuat di jalanan Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, 37 akun tersebut terpantau menjadi alat untuk mengumpulkan massa.
Seperti mengajak followers konvoi memamerkan senjata, termasuk menantang kelompok antar geng melakukan tawuran.
“37 akun itu menjadi ruang komunikasi. Karena waktu kita amankan kebanyakan orang dalam satu kelompok tidak saling kenal. Tidak terorganisir. Padahal konvoi bareng. Maka penting bagi polisi melakukan operasi cyber untuk men-tracing pemilik akun,” katanya, mengutip TribunJatim, Selasa (6/12/2022).
Kapolres mengatakan, saat ini pihaknya telah melacak keberadaan pengelola 37 akun tersebut untuk dilakukan pemeriksaan. Salah satu upayanya adalah berkoordinasi dengan pihak provider.
Apabila terpaksa, pihak kepolisian juga bakal melibatkan tim INAFIS dan Dispenduk untuk melakukan investigasi identitas orang-orang dibalik 37 akun gangster.
Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, dugaan gangster diciptakan oknum-oknum yang akrab dengan kriminalitas tengah didalami polisi. Karena itu salah satu strateginya yakni dengan gencar melakukan patroli siber.
Cara tersebut dipilih karena fenomena gangster muncul akibat perang konten gagah-gagahan di jalan yang kemudian diunggah di medsos.
“Fenomena ini sudah mengancam jiwa masyarakat. Makannya perlu segera diberantas.Akun-akun penyebar konten gagah-gagahan ini sudah banyak yang terdeteksi,” katanya.
“Selanjutnya kami akan melibatkan tim INAFIS dan Dispenduk untuk melakukan investigasi identitas orang-orang di balik gangster,” lanjutnya.
Kapolres mengatakan pihaknya ingin langsung memburu pengelola akun konten gangster. Lantaran ada fakta anggota gangster dalam satu kelompok banyak yang tidak saling mengenal.
Mereka terlalu lugu ketika ditanya motif melakukan aksi teror. Maka ada dugaan orang-orang di balik gangster memiliki maksud ingin membuat kisruh Surabaya dengan memanfaatkan keluguan anak-anak.
“Buktinya ketika kami interogasi banyak yang bilang tidak tahu apa-apa. Makanya masyarakat jangan anggap masalah ini sepele,” kata dia.
“Ayo ikut berantas, minimal dengan mencegah anak-anak keluyuran malam,” pungkasnya.(lio)





Media Sosial