Mengaku Sudah Koordinasi, Pengurukan di Menganti Gresik Nekat Beroperasi Tanpa Izin 

Kegiatan pengurukan di jalan raya menganti Gresik, diduga beroperasi tanpa izin. (blok-a.com/ivan)
Kegiatan pengurukan di jalan raya menganti Gresik, diduga beroperasi tanpa izin. (blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Pengurukan sebidang lahan yang terletak di jalan Raya Menganti, Gresik tetap nekat beroperasi, Jumat (26/1/2024), meski dikabarkan belum mengantongi izin.

Informasi yang beredar, pengurukan ini belum mengantongi izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Gresik dan Amdal Lalin.

Kegiatan pengurukan itu sempat membuat lalu lintas di sekitar lokasi macet dan kondisi jalan dipenuhi lumpur saat hujan pada Selasa (23/1/2024) lalu.

Berdasarkan penelusuran blok-a.com, sebelumnya pihak Satpol PP pernah memanggil para pelaksana pengurukan itu. Namun begitu, pasca pemanggilan itu pelaksanaan pengurukan tetap bebas beroperasi.

Diketahui pelaksana pengurukan tersebut berinisial MHJ, pria asal Cerme Gresik. MHJ mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat setempat termasuk Satpol PP Gresik untuk menjalankan proses pengurukan.

Namun saat ditanya terkait izin pemanfaatan ruang dia justru mengaku tidak tahu menahu.

“Iya saya sudah kasih untuk izin mulai dari Polsek, Kecamatan, bahkan Satpol PP Gresik sudah semua,” kata MHJ Sabtu (27/01/2024).

MHJ mengungkapkan, pemilik tanah tersebut merupakan seseorang beretnis Tionghoa.

”Ini tanahnya orang Cina mas saya borong dan saya limpahkan ke M. Untuk pengurukan mulai awal saya serahkan. Soal Uang yang di Satpol PP Gresik Sopire Bose (sopir bos) yang kesana,” ujar MHJ.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPTSP Gresik A. M Reza Pahlevi saat dikonfirmasi, memastikan Izin KKPR pengurukan di Jalan Raya Menganti tersebut belum terbit.

Reza juga mengimbau kepada pemilik lahan untuk segera mengurus izin KKPR agar tidak ditindak oleh aparat.

“Untuk lokasi yang dimaksud setelah dicek belum berizin mas. Mohon disampaikan kepada pemiliknya untuk segera mengurus izin agar tidak ditindak aparat,” tegas Reza Pahlevi melalui sambungan telefon, Selasa (23/1/2024).

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik Agustin Holomoan Sinaga mengatakan, memang sebelumnya pelaksana proyek sudah dipanggil ke kantor Satpol PP Gresik. Namun Kasatpol PP berdalih pemanggilan tersebut dalam rangka memberikan imbauan.

Pihaknya pun mengatakan akan segera bertindak jika kegiatan pengurukan masih berjalan tanpa izin.

“Benar sebelumnya sudah pernah dilakukan pemanggilan kepada pelaksana urukan itu. Namun sekadar memberikan imbauan. Kalo masih ada kegiatan akan kami tindak segera,” kata Kasatpol PP Gresik, Sabtu (27/1/2024).

Dikonfirmasi terkait isu pemberian uang dari pelaku urukan tersebut kepada satpol PP Gresik, Agustin Halomoan Sinaga manampik hal tersebut.

“Tidak ada itu mas, kalo memang ada buktinya silahkan dibuktikan. Jangan asal bicara tanpa bukti, bisa saya penjarakan itu orang yang ngomong itu,” tegas Halomoan Sinaga.

Sinaga memastikan akan segera menindak tegas siapa pun yang melanggar aturan.

“Itu urukan masih berjalan kah? kalo masih akan segera saya tindak secepatnya,” tutup Sinaga.(ivn/lio)