Mojokerto, blok-a.com – Kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat (Ksad), Jendral TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., ke Mojokerto berlangsung di Makorem 082/Citra Panca Yuda Jaya (CPYJ) pada Senin (24/2/2025). Kegiatan ini merupakan kunjungan ke-21 Korem dari 47 Korem yang ada di Indonesia.
Dalam rangka peresmian sumur bor yang berada di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Ksad TNI beserta pejabat tinggi TNI AD, disambut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Dandim 0815 Letkol Inf Rully Noriza.
Hadir pula Danrem 081 Madiun beserta Dandim jajaran, Danrem 083 Malang beserta Dandim jajaran, dan Danrem 084 Surabaya beserta Dandim jajarannya.
Bantuan air bersih ini bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dalam upaya TNI AD membantu ketersediaan air bersih di wilayah Kecamatan Dawarblandong, di mana saat musim kemarau sering terjadi krisis air bersih.
Dalam keterangannya, Ksad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan, tujuan utama dari program pengeboran air yang diinisiasi oleh TNI AD adalah untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program ini, TNI AD menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat dan mendukung program pemerintah dalam penyediaan akses air bersih.
“Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang sering kali kesulitan mendapatkan akses tersebut. Dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang ada, TNI AD terpanggil untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Maruli menyampaikan, TNI AD memiliki beberapa target khusus dalam program pengeboran air. Salah satunya adalah menargetkan pembangunan ribuan sumur air bersih di berbagai wilayah Indonesia.
Pada tahun 2024, TNI AD menargetkan penambahan hingga 1.000 titik sumber akses air, dan pada tahun 2025, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 5.000 titik.
Target ini tidak hanya berfokus pada jumlah sumur yang dibangun, tetapi juga pada dampak positif yang ingin dicapai bagi masyarakat.
“Kami sangat menghargai dukungan dari masyarakat dan berharap mereka dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang dibangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” tambahnya.
Program pengeboran air merupakan wujud kontribusi nyata TNI AD dalam membantu pemerintah mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air bersih dan sanitasi.
Dengan menyediakan akses air bersih, TNI AD turut serta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Program pengeboran air yang di laksanakan saat ini memiliki dampak signifikan terhadap ketahanan pangan, baik secara domestik maupun nasional.
“Secara domestik, program ini meningkatkan pasokan air yang berdampak pada peningkatan frekuensi panen petani dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan lokal dan kesejahteraan petani,” imbuhnya.
Secara nasional, keberhasilan program ini menunjukkan bagaimana optimalisasi sumber daya air di daerah rawan kekeringan dapat mendukung ketahanan pangan.
Dengan akses air yang berkelanjutan, wilayah-wilayah pertanian dapat memaksimalkan potensi mereka, yang pada gilirannya mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Dampak jangka panjang dari program ini mencakup stabilitas ketahanan pangan dengan hasil produksi pertanian bisa signifikan, di mana hasil panen yang meningkat akan mengurangi ketergantungan terhadap wilayah luar dan membuka peluang untuk menjadi pemasok hasil pertanian.
Selain itu, kerjasama antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dalam, meningkatkan ekonomi lokal.
“Dengan dukungan infrastruktur dasar seperti pengeboan air, kita optimis bahwa ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat bisa dicapai. Ini akan memperkuat ketahanan pangan nasional secara keseluruhan, dan menciptakan Indonesia yang lebih kuat dan mandiri,” pungkasnya.(sya/lio)






Media Sosial