Pasuruan, blok-a.com – Sebuah lubang bekas galian pengerjaan PDAM di Jalan Patiunus, Bugul Kidul, Kota Pasuruan ditutup kembali.
Sayang, saat pengerjaan galian di jalan aspal yang awalnya dimaksudkan untuk mencari dan memperbaiki titik kebocoran pipa tersebut, tim teknis PDAM tidak berhasil menemukan sumber kebocoran, meski digali berkali-kali.
Galian itu berlangsung selama beberapa hari. Saat itu sempat memicu keluhan dari pengguna jalan karena mengganggu lalu lintas dan menimbulkan kesan tidak rapi.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, termasuk penggalian di titik yang diduga sebagai lokasi kebocoran, namun semua usaha tersebut belum membuahkan hasil.
Direktur PDAM Kota Pasuruan, Yoyok, menyatakan keputusan untuk menutup kembali galian dilakukan setelah tim teknis mengkonfirmasi bahwa tidak ada kebocoran yang bisa ditemukan.
“Kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan pengujian di area tersebut, namun sayangnya kami tidak menemukan adanya kebocoran. Ini mungkin disebabkan oleh faktor lain yang belum bisa kami identifikasi,” jelas Yoyok saat ditemui blok-a.com di kantor PDAM Kota Pasuruan.
Penutupan lubang telah dilakukan dengan menggunakan campuran cor. Untuk mengembalikan kondisi jalan agar dapat digunakan kembali dengan aman.
Walaupun demikian, kegagalan dalam menemukan sumber kebocoran tersebut meninggalkan pertanyaan bagi warga sekitar, yang sempat berharap bahwa masalah pengurangan pasokan air bisa segera teratasi.
Warga setempat, Fani (25), mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sempat berharap bahwa PDAM akan menemukan dan memperbaiki sumber masalahnya. Sekarang, setelah semua ini, kami masih di posisi yang sama tanpa solusi jelas,” ujarnya.
Warga lainnya juga memaparkan kekecewaan dan kekesalannya, “yaa kecewa lah, kenapa belum ditemukan titik kebocoran dan solusinya, padahal kan itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan penggunaan jalan.”
PDAM Kota Pasuruan berjanji akan terus mencari penyebab pasti dari gangguan suplai air yang terjadi dan tidak menutup kemungkinan akan melakukan galian di lokasi lain jika diperlukan.
Warga Jalan Patiunus dan sekitarnya masih berharap bahwa masalah ini dapat segera diatasi. Sehingga tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari mereka terkait penggunaan air bersih.(rah/kim)






Media Sosial