Diduga Pendukung Ra Mamak, Oknum Media di Sampang Catut Nama Seorang Ulama

KH Fawaid Salim
KH Fawaid Salim.

Sampang, blok-a.com – Seorang ulama di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Sampang, KH Fawaid Salim dicatut dalam pemberitaan sebuah media online tanpa konfirmasi.

Berdasarkan penelusuran blok-a.com, berita tersebut memuat komentar pujian KH Fawaid Salim terhadap salah satu bakal calon Bupati Sampang KH Mohammad atau dikenal Ra Mamak.

Dituliskan pula bahwa KH Fawaid Salim mendukung Ra Mamak dan wakilnya Abdullah Hidayat maju dalam Pilkada 2024, lantaran keduanya memiliki latar belakang pendidikan pesantren.

Media online tersebut diduga sengaja mencatut nama KH Mohammad untuk memancing dukungan masyarakat terhadap calon bupati yang diusungnya.

Artikel yang dimuat tersebut kemudian tersebar luas dan dikutip oleh beberapa media lokal lain di Sampang.

Mengetahui hal tersebut, KH Fawaid Salim justru terkejut lantaran dirinya merasa tak pernah diwawancara media manapun terkait rekam jejak Ra Mamak.

“Tidak mas, saya tidak pernah diwawancara oleh media manapun, saya juga heran kok tiba-tiba ada berita itu seakan dari saya,” ujarnya, Rabu (31/7/2024).

KH Fawaid Salim sangat menyayangkan adanya pencatutan yang mengatasnamakan dirinya tanpa konfirmasi tersebut.

Sementara itu, terpisah, Ikatan alumni dan simpatisan Santri At-Taqwa (Ikasa) Alimuddin, turut menyayangkan hal tersebut terjadi kepada pengasuhnya.

Alimuddin mempertanyakan penerapan kode etik jurnalistik dalam peliputan berita, terlebih ada kaitannya dengan nama peserta Pilkada 2024.

Dirinya berharap pengasuhnya tidak diseret-seret dalam politik praktis. Agar tidak menimbulkan perpecahan di lingkungan pesantren.

“Terus terang kami sangat kecewa, apalagi melakukan pencatutan tanpa etika terhadap beliau (KH Fawaid Salim),” ujarnya.

Muddin berharap har serupa tidak terjadi lagi ke depannya. Agar masyarakat bisa teredukasi dengan politik yang sehat dan mendidik.

“Kami berharap jangan terjadi lagi, biarkan masyarakat berpolitik secara dewasa, tanpa harus catut mencatut gak jelas,” tutupnya. (suf/lio)