Pasuruan, blok-a.com – Beberapa hari terakhir, kanopi payung Madinah di Alun-alun Kota Pasuruan menguncup akibat cuaca buruk.
Biasanya, 12 unit payung hidrolik di depan Masjid Agung Al Anwar ini selalu terbuka pada siang hari, namun belakangan sering ditemukan menguncup.
Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Budi Santoso, penguncupan payung itu terkait dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Saat terjadi hujan deras dan angin kencang, keputusan untuk menutup payung diambil demi menjaga agar tidak terjadi kerusakan.
“Dalam kondisi mendung dan angin kencang, payung harus ditutup demi keamanan,” ungkap Budi, Selasa (19/3/2024).
Dia menambahkan beberapa hari terakhir cuaca di Pasuruan tidak stabil, seringkali hujan disertai dengan angin kencang dan sangat mengkhawatirkan.
“Batas tekanan angin yang diizinkan untuk Payung Madinah adalah maksimum 0,6 knot per jam. Jika melampaui batas tersebut, misalnya mencapai 0,7 knot, langkah yang diambil adalah menutup payung,” jelasnya.
Budi mengungkapkan permintaan maaf kepada pengunjung yang berniat melihat Payung Madinah.
Dia menegaskan bahwa langkah penutupan ini diambil demi menghindari kerusakan yang tidak diinginkan pada Payung Madinah akibat terpaan angin kencang.
Saat ini, Payung Madinah dijaga oleh 20 petugas secara bergantian. Selain itu, terdapat empat operator yang bertugas membuka dan menutup payung tersebut.
Upaya ini dilakukan secara terencana demi menjaga keamanan dan kualitas dari salah satu ikonik Kota Pasuruan ini.(rah/kim)





Media Sosial