Sidoarjo, Blok-a.com – Garuda AI Impact Summit 2026 Regional Sidoarjo, yakni peningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI) digital bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan UMKM Sidoarjo, digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan kolaborasi Gerakan AI untuk Kedaulatan Nasional/Resiliensi (Garuda AI) dari Binar, Microsoft Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Pemerinta Kabupaten Sidoarjo tersebut, berfokus pada percepatan adopsi transformasi digital dalam menciptakan pemerintahan digital yang lebih cepat dan transparan dalam memberikan pelayanan publik.
Hadir pada acara itu,Yuliar M Zega Widyaiswara, dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat daerah (Setda Sidoarjo), Ainun Amalia, bersama narasumber lain yakni Direktur Binar, Dita Aisyah, pegiat UMKM dan AI Jawa Timur, Abdul Mughits,CEO Dapoer Digital Kreatif, Sinar Hadi Wijaya
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, Ainun Amalia, mengatakan bahwa Garuda AI Impact Summit 2026 menjadi langkah strategis dalam akselerasi teknologi daerah. Dijelaskannya, Artificial Intelligence (AI) saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan instrumen vital untuk memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Hari ini, Sidoarjo tidak hanya menjadi saksi, tetapi menjadi kontributor utama dalam agenda strategis nasional melalui Garuda AI Impact Summit 2026,” kata Ainun.
Implementasi pemerintah digital di Sidoarjo bukan sekadar wacana. Kabupaten Sidoarjo telah membangun fondasi ekosistem digital yang kokoh dan inklusif. Hal tersebut menjadi bentuk komitmen nyata transformasi daerah yang dilakukan Kabupaten Sidoarjo.
“Kehadiran AI harus kita pandang sebagai pengungkit yang akan memperkuat tiga pilar utama pembangunan kita. Yakni akselerasi tata kelola pemerintahan (smart governance), transformasi komunikasi publik yang responsive serta Inklusivitas ekonomi digital bagi UMKM.” jelasnya.
Karena penting diketahui, bahwa integrasi AI dalam sistem pemerintahan daerah ditujukan untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven policy).
“Kita ingin menciptakan birokrasi yang lebih ramping namun lebih cerdas dalam melayani.Kabupaten Sidoarjo terus mewujudkan transformasi komunikasi publik yang responsive. Seluruh ASN di Sidoarjo harus mampu menjadi garda terdepan dalam diseminasi informasi yang cepat, akurat, dan adaptif. AI hadir sebagai mitra strategis untuk mendeteksi isu secara dini dan menyusun narasi publik yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Ditambahkannya, Kabupaten Sidoarjo akan memastikan inklusivitas ekonomi digital bagi para pelaku UMKM Sidoarjo. Sehingga kecanggihan teknologi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar. Tetapi juga menjadi alat produksi bagi UMKM Sidoarjo untuk naik kelas dan bersaing di pasar global.
“Ini adalah peluang emas bagi 150 ASN dan 50 pelaku UMKM terpilih untuk mendapatkan keterampilan aplikatif yang nyata melalui sesi penyampaian materi dan diskusi nanti. Jadikan forum kolaboratif lintas sektor ini sebagai ruang untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo,” pesannya.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, mengatakan penyelenggaraan Regional AI Summit kali ini memiliki beberapa sasaran utama. Salah satunya untuk menghasilkan Peta Jalan Komitmen AI Lokal (Local AI Commitment Roadmap).Peta Jalan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah Kabupaten Sidoarjo.
“Hasil dari peta jalan lokal ini akan dikonsolidasikan ke dalam Buku Kebijakan AI atau AI Policy White Paper, yang akan diluncurkan pada puncak acara National AI Summit mendatang,”ujarnya.
Ia juga berharap penyelenggaraan Garuda AI Impact Summit 2026 Regional Sidoarjo dengan tema “AI For Digital Economic”, akan membangun fondasi ekosistem digital yang inklusif, untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan ekonomi digital bagi
UMKM. (fah/ova)






Media Sosial