Proyek Pabrik Melamin Skala Dunia Hadir di Gresik, Mampu Serap Ribuan Tenaga Kerja

Groundbreaking proyek pabrik melamin skala dunia di Gresik yang diklaim mampu serap ribuan tenaga kerja (foto: ist)
Groundbreaking proyek pabrik melamin skala dunia di Gresik yang diklaim mampu serap ribuan tenaga kerja (foto: ist)

Gresik, Blok-a.com – Proyek pembangunan pabrik melamin skala dunia bernilai sekitar US$600 juta atau setara Rp9 triliun segera hadir di Kabupaten Gresik.

Pabrik yang digadang-gadang menjadi penguat baru struktur industri kimia nasional nantinya akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik.

Pabrik yang dikembangkan Golden Elephant tersebut tidak hanya berukuran jumbo, tetapi juga dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, berlanjut ke urea, hingga berujung pada produk melamin sebagai bahan baku industri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai proyek ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi.

Menurutnya, penguatan industri berbasis sumber daya domestik menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus daya saing Indonesia di pasar global.

“Pengembangan industri melamin ini langkah strategis. KEK Gresik telah menunjukkan perannya sebagai magnet investasi dengan ekosistem industri yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Selain skalanya yang masif, hanya soal skala, proyek ini juga membawa pendekatan baru dalam industri kimia. Chairman Golden Elephant, Lei Lin, menyebut pihaknya mengusung konsep ekonomi sirkular dengan dukungan teknologi proses generasi terbaru.

Menurutnya, JIIPE dipilih karena dinilai mampu menghadirkan rantai industri yang saling terhubung dalam satu kawasan. Selain memperkuat pasokan dalam negeri, proyek ini juga membuka peluang transfer teknologi serta kolaborasi lintas negara.

“Dengan teknologi yang kami gunakan, efisiensi energi bisa ditekan hingga sekitar 30 persen dibandingkan standar global. Selain itu, produk samping juga dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang,” jelasnya.

Dari sisi kawasan, Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE, Bambang Soetiono, menegaskan bahwa kekuatan utama JIIPE terletak pada integrasi infrastruktur dan industri dalam satu ekosistem.

Mulai dari ketersediaan bahan baku, jaringan utilitas, hingga konektivitas logistik melalui pelabuhan laut dalam, semuanya dirancang untuk memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi.

“Konsep end-to-end ini membuat industri bisa tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan,” kata Bambang.

Dukungan juga datang dari pemerintah Tiongkok. Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, memandang proyek ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya di sektor industri kimia.

Ia menilai, keberadaan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan bahan kimia strategis sekaligus mendorong percepatan industrialisasi di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa proyek ini memberi dampak signifikan bagi perekonomian daerah.

Selain memperkuat hilirisasi, keberadaan industri ini juga akan meningkatkan daya saing Jawa Timur sebagai pusat industri nasional.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ahmad Washil. Ia menyebut, kehadiran pabrik ini akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

“Sedikitnya seribu tenaga kerja akan terserap saat pabrik mulai beroperasi,” ungkapnya. (ivn/ova)