Blok-a.com – Seorang pria di Surabaya ditemukan tewas dalam kamar kostnya yang terletak di Jalan Simo Katrungan Baru, Petemon, Kecamatan Sawahan.
Korban yang diketahui bernama Randy ini tewas diduga karena bunuh diri dengan cara minum racun. Dugaan ini muncul lantaran dirinya sempat membuat Story Whatsapp yang mencurigakan.
Saat itu Randy mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan botol minuman dan serbuk putih diduga racun yang terbungkus plastik kecil.
Unggahan story Randy itu kemudian dicurigai oleh temannya yang berada di Jakarta. Karena terhalang jarak yang cukup jauh, teman Randy ini kemudian meminta tolong kepada warga Surabaya untuk melihat kondisi temannya itu.
Permintaan tolong itu ditulis oleh teman Randy melalui sebuah akun base Twitter @tanyakanrl pada Rabu (15/2/2023). Dalam cuitannya, ia mengaku telah menghubungi Randy beberapa kali namun tak ada balasan.
“pls bgt kl kalian dom sby & dkt sm almat itu tlg smperin org ini, dia tmn gue tp gue gatau dia knp, uda dicht & dicall in dr td mlm tpi gada jwbn. Tlg bgt ya guys gue gabisa ksana krn gue di jkt, kekny mau coba bund1r 😭,” tulis pemilik akun dalam keterangan unggahannya.
Tak lama setelah cuitan itu viral, Command Center Surabaya pun mendatangi lokasi indekost Randy yang terletak di Jalan Simo Katrungan Baru No. 78.
Namun sayang, setelah didatangi, Randy ditemukan dalam konsisi tak bernyawa. Hal tersebut diungkapkan oleh Command Center Surabaya melalui Twitter resminya @Commandsurabaya.
“halo kak mohon maaf untuk yang bersangkutan sudah dilakukan pengecekan oleh petugas pada pukul 09.40 WIB di dalam kamar kosnya dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tulis @Commandsurabaya dikutip Blok-a.com, Rabu (15/2/2023).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab Randy melakukan bunuh diri.
Kasus bunuh diri yang dilakukan pria di Surabaya ini sontak mendapat banyak tanggapan dari warganet. Banyak dari mereka yang menganggap bahwa Story yang diunggah Randy merupakan isyarat permintaan tolong.
“kenapa masih sempet bikin status? kalo kata dosenku dulu yg psikolog, itu titik terakhir dia berharap masih ada yg ngellarang dan nyelametin dia, bukan karena caper. kalo gak bisa bantu minimal dijaga lah ketikannya, belum pada ngerasain kan rasanya hopeless sama dunia & isinya🥲,” tulis akun @nabilalathief_.
“Orang yang pengen bunuh diri itu sebenarnya tidak mau bunuh diri, dia hanya butuh pertolongan karena mentalnya sedang down. GWS yang bilang caper,” lanjut @flywithasoka.
“Dia bikin status bukan buat caper percaya deh, itu cara dia mengabarkan kalo lagi ga baik-baik aja, pengen liat siapa yg larang dia di detik terakhir keputusannya itu. Dia cuman btuh pertolongan aja,” ujar @vousmvyze.
(hen)





Media Sosial