Sumenep, blok-a.com – Kinerja direktur PDAM Sumenep belakangan mendapat sorotan dari Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep, M Shohir.
Hal itu berawal dari kasus macetnya saluran air PDAM di Desa Marengan, Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep yang dikeluhkan warga.
Shohir menyebut, Direktur PDAM telah mencoreng Tagline Bupati Sumenep “Bismillah Melayani”.
Sebab, kemacetan air PDAM yang sudah berjalan sekitar 1 tahun itu belum juga ditangani.
Padahal, air merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam melangsungkan hidupnya.
“Pada dasarnya air merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam melangsungankan hidup, dan sudah seharusnya diprioritaskan oleh pemerintah Sumenep untuk dipenuhi salah satunya melalui PDAM,” ujarnya, Sabtu (9/3/24).
Menurutnya, jika masyarakat ditekan untuk tetap membayar tagihan tapi aliran air tidak sesuai dengan kebutuhan, maka keseriusan direktur PDAM dalam memberikan pelayanan perlu dipertanyakan. Bahkan hal itu bisa menimbulkan dugaan sebagai lumbung premanisme.
“Kenyataannya PDAM Sumenep tidak menjadi solusi utama bagi kebutuhan masyarakat Sumenep. Malah menjadi lumbung sifat premanisme, masyarakat ditekan untuk bayar setoran dengan aktif namun haknya tidak terpenuhi,” tegasnya.
Tak hanya itu, lanjut Shohir, pihaknya meminta agar Bupati Sumenep segera bertindak untuk mengevaluasi kinerja direkturnya.
Agar kesalahan telak ini tidak terulang lagi, sehingga menimbulkan cela fatal dalam kepemimpinannya.
“Ini jelas kan, PDAM itu perusahaan milik daerah. Jika kemudian ada pelayanan amatiran seperti ini otomatis masyarakat mengklaim bupati kurang tegas dalam melakukan evaluasi,” kata Shohir.
“Jika perlu, harus diganti terhadap orang yang memiliki integritas personal dan siap untuk mewujudkan apa yang menjadi misi Bupati yang tersirat dalam tagline Bismillah Melayani,” tutupnya.(ram/lio)





Media Sosial