Salurkan Santunan Warga Kurang Mampu, Pj Wali Kota Mojokerto dapat Sambutan Hangat

Pj Wali Kota Mojokerto lakukan kunjungan ke rumah warga miskin, hidup sebatangkara.(blok-a.com/Syahrul)
Pj Wali Kota Mojokerto lakukan kunjungan ke rumah warga miskin, hidup sebatangkara.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan giat Bakti Sosial dan pemberian santunan untuk janda sebatangkara kurang mampu.

Dalam kunjungannya, Pj Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro bersama jajarannya, memberikan bantuan sekaligus silaturahmi kepada warga lanjut usia yang hidup sebatangkara, Senin (4/3/2024).

Di lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, terdapat perkampungan unik, yaitu perkampungan yang berada di lokasi pemakaman Cina.

Terlihat bangunan rumah warga yang berada di atas makam, baik bangunan rumah permanen maupun semi permanen.

Salah satunya rumah ibu Sukarmi (68), di lingkungan Balongrawe RT 04/ RW 02, Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto, yang hidup seorang diri di gubug yang dibangun di atas makam.

Saat ditanya Mas Pj soal siapa yang membuat bangunan tersebut, ia menjawab dirinya sendiri.

“Saya sendiri yang buat ini semua,” jawab Bu Sukarmi.

Menurut tetangganya, Zainul Arifin (51) yang sudah tinggal di kawasan tersebut kurang lebih 5 tahun, Ibu Sukarmi memang tinggal sendirian di gubugnya sudah sekitar 2 tahun.

“Saya sudah tinggal di sini selama 5 tahun, kalau Bu Sukarmi sudah sekitar 2 tahunan, dia tidur juga disitu, saya membantu ya sekedar semampu saya sebagai tetangga,” ujarnya.

“Kalau untuk lampu/listrik, dan air semua dari saya, saya juga keadaannya seperti ini, jadi hanya semampu saya untuk membantu,” lanjut Arifin yang buka usaha toko Pracangan itu.

Sebelum ke rumah Ibu Sukarmi, Mas Pj mengunjungi rumah Ibu Supatmi (67), di Jalan Pandan Arum, Lingkungan Balongrawe Baru (Baraba), RT 04 / RW 02, Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto.

Di rumah bu Supatmi, janda lansia sebatangkara, Mas Pj disambut warga yang minta untuk foto bareng.

Kedatangan Mas Pj mendapatkan respons positif warga, terutama tetangga sekitar rumah Bu Supatmi yang ingin melihat kehadiran Mas Pj.

Bu Supatmi adalah janda lansia yang menderita sakit Diabetes, sehingga penglihatannya agak mulai kabur.

Mas Pj yang didampingi Sekda, Asisten, Kepala Dinsos P3A, Kepala Dinas Kominfo, Kadinkes, serta Kepala OPD lainnya dan pejabat terkait, termasuk Lurah dan Camat setempat, berbincang-bincang akrab dengan bu Supatmi.

Sesekali Mas Pj bertanya kepada bu Supatmi, yang membuat semua yang hadir tertawa, dan suasana menjadi semakin akrab.

“Ibu kemarin milih siapa,” tanya mas Pj.

“Saya milih Rambo,” jawab Bu Supatmi, sontak semua yang hadir tertawa tak terkecuali Mas Pj.

“Kalau ibu bisa masak ndak?, masak apa tadi bu?, boleh saya makan bersama ibu?,” lanjutnya.

“Bisa sedikit, tadi masak tempe, boleh, tapi ya nggak pantes, masak bapak makan tempe, jangan, nggak enak nanti,” jawab bu Supatmi dengan polosnya.

Warga setempat, Mujiati dan Sriatun (70), mengaku, sangat senang melihat Mas Pj yang datang mengunjungi warga.

“Saya sangat senang, ya senang sekali, orangnya baik, murah senyum, senang pokoknya bisa melihat Pak Walikota,” ujarnya kepada blok-a.com di lokasi.

Pemkot bersama Dinsos P3A dan Baznas terus berupaya memberikan bantuan, kepada warga yang membutuhkan.

Kedua janda lansia sebatangkara yang dikunjungi hari ini, Senin (4/3), mendapatkan bantuan bingkisan sembako dan bahan makanan lainnya.

Ibu Supatmi, merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), bantuan lansia (dalam proses), membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

Sedangkan ibu Sukarmi, merupakan KPM, penerima KIS, penerima bantuan rutin BPNT APBD/DINSOS senilai Rp 150.000/bln, atau Rp 1.800.000/thn, membutuhkan perbaikan rumah.(sya/lio)