Bakti Sosial Dinsos P3A Bareng Pj Wali Kota Mojokerto Sasar Lansia Kurang Mampu

Mas Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat dirumah Ibu Sati.(blok-a.com/Syahrul)
Mas Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro saat di rumah Ibu Sati.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Pemberian santunan untuk lansia kurang mampu oleh Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial P3A terus bergulir.

Kali ini sasarannya di rumah Ibu Sati (90), warga Desa Blooto, dan rumah Ibu Janah (89), Lingkungan Kemasan, Blooto, Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Dalam kegiatan tersebut, Mas Pj Wali Kota Mojokerto Ali Kuncoro didampingi Kepala Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto, Khoirul Anwar, Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto, Santi Ratnaning Tias, Sekda Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kabag Prokopim, Kemenag, Ketua Baznas, Camat Prajuritkulon, dan Lurah Blooto, Senin (5/2/2024).

Bakti Sosial Bareng Mas Pj, SENIN (Selalu Emak Yang Aku KangeNIN) di rumah Ibu Sati, Mas Pj menanyakan resep apa sehingga Ibu Sati bisa berumur panjang sampai 90 tahun dan masih sehat.

“Mbah, kok bisa berumur panjang seperti Mbah ini rahasianya apa sih Mbah?,” tanya Mas Pj.

Ibu Sati memberikan jawaban atas pertanyaan Mas Pj, bahwa sehari-harinya ibu Sati sering berpuasa, tirakat, dan meminta kepada Allah untuk diberikan kesehatan dan umur panjang.

“Saya itu jarang makan, tirakat, sering berpuasa, dan selalu minta kepada Allah. Minta diberi kesehatan dan umur yang panjang,” cetus Ibu Sati.

Sambil menyerahkan bantuan dari Dinsos P3A berupa sembako beras 10 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 2 liter, mie instan 10 pcs, biscuit 2 pcs, kecap 2 pcs, daster 1 buah, mas Pj juga memberikan bantuan dari Baznas.

Adapun bantuan dari Baznas berupa sembako beras 5 kg, gula 2 kg, mie kuning 1 bal, minyak goreng 2 liter, teh celup 2 pak, dan kopi bubuk 1 kg.

Ibu Sati merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Penerima Bantuan Permakanan KEMENSOS, dan BPNT APBD/DINSOS (dalam proses).

Selanjutnya rombongan melanjutkan ke rumah Ibu Janah, di lingkungan Kemasan. Janda 7 orang anak ini tinggal sendirian di rumahnya.

Menurut tetangga Ibu Janah yang merupakan Pengurus Lingkungan, Ahmad Khusen (58), menjelaskan, Ibu Janah memang tidak mau tinggal di rumah anak-anaknya. Ia lebih memilih minta di buatkan rumah dan tinggal sendirian.

“Sebetulnya Ibu Janah ini punya 7 orang anak, semuanya sudah berkeluarga. Namun dia tidak mau diajak tinggal di rumah anak-anaknya, dia minta dibuatkan rumah itu, dan tinggal sendirian,” jelas Khusen.

Khusen menambahkan bahwa untuk makan sehari-harinya, Ibu Janah dikirim anak-anaknya secara bergantian.

“Anak-anaknya disekitaran sini aja, ada juga yang tinggal di lain Desa. Mereka yang ngirim makan sehari-harinya secara bergantian. Sebetulnya anak-anaknya sudah membujuk untuk tinggal bersama, tapi dia yang tidak mau,” imbuhnya.

Di rumah Ibu Janah, mas Pj memberikan bantuan dari Dinsos P3A berupa sembako beras 10 Kg, gula 1 Kg, minyak goreng 2 liter, mie instan 10 pcs, biscuit 2 pcs, kecap 2 pcs, daster 1 buah.

Sedangkan bantuan dari Baznas berupa sembako beras 5 kg, gula 2 kg, mie kuning 1 bal, minyak goreng 2 liter, teh celup 2 pak, dan kopi bubuk 1 kg, juga diserahkan oleh Mas Pj.

Ibu Janah merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Penerima Bantuan Rutin BPNT APBD/DINSOS
(Bantuan Pangan) senilai Rp150.000/bulan, atau Rp1.800.000/tahun, Bedah Rumah tahun 2019 dari Dinas PUPR Kota Mojokerto.(sya/lio)