Jatim KLB Polio, Imunisasi 2 Putaran Target 4.437.679 Disuntik

Gubernur Khofifah meninjau imunisasi Polio.
Gubernur Jawa Timur Khofifah meninjau imunisasi Polio.

Surabaya, blok-a.com – Jawa Timur mengejar imunisasi polio sebanyak 4.437.679 anak agar terbebas dari penyakit tersebut. Kini, tercapai 26,3 perseb atau 1.168.443 anak telah diimunisasi.

Polio bisa menjadi wabah dan menyebar melalui feses manusia. Bukan tidak mungkin menjadi KLB atau kejadian luar biasa.

Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes Jatim) untuk itu menggelar Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) secara serentak.

Sub PIN digelar dua putaran, putaran I, tanggal 15-21 Januari 2024 dan putaran II, tanggal 19-25 Februari 2024.

“Dengan ditemukannya kasus lumpuh layu akut (Acute Flaccid Paralysis) atau disingkat dengan AFP di Jateng dan Jatim yang disebabkan Virus Polio Tipe Dua, Kemenkes RI menyerukan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Jatim, dan DI Yogyakarta untuk melaksanakan Sub PIN secara serentak mulai 15 Januari 2024,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/1/2024).

Untuk itu, secara khusus Gubernur Khofifah mengajak kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia 0-7 tahun untuk peduli dan mengantarkan anaknya ke Pos Imunisasi terdekat baik Posyandu, Puskesmas, PAUD, TK, SD,MI dan sarana layanan Kesehatan lain guna mendapat imunisasi tetes polio.

“Saya mengajak kepada masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun, untuk segera membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, dan pos imunisasi terdekat lainnya untuk mendapatkan imunisasi tetes polio,” ungkapnya.

Pemberian imunisasi Polio dilaksanakan dengan memberikan imunisasi berupa novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2) kepada seluruh anak di Jatim usia 0-7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Data dari Dinkes Jatim capaian jumlah anak yang diimunisasi di putaran pertama di 38 kabupaten/kota per tanggal 15 Januari 2024 sebanyak 1.168.443 anak (26,3%) dari jumlah sasaran anak usia 0-7 tahun sebanyak 4.437.679 anak.

Polio adalah penyakit menular dan dapat dicegah dengan imunisasi. Jika virus polio masuk ke dalam tubuh anak yang belum diberi imunisasi polio maka virus akan sangat mudah berkembang biak di dalam saluran pencernaan dan menyerang sistem saraf anak sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Masa Inkubasi virus polio sekitar 3 – 6 hari dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7 – 21 hari. Gejalanya berupa demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.

Selain imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci penting dalam pencegahan penularan polio di masyarakat, mengingat cara penularan virus polio ini adalah melalui fecal oral.

Guna efektif dalam pencegahan dan penanggulangan polio di Jawa Timur, Dinkes Jatim melakukan koordinasi dengan Dinkes kabupaten/ kota se-Jawa Timur terhadap respon cepat surveilans penyakit polio.

Kemudian, melakukan kegiatan Hospital Record Review di seluruh rumah sakit dengan respon cepat surveilans dengan kegiatan survei 200 rumah dan pengambilan spesimen anak sehat di wilayah terdampak.

Hasilnya, terdapat 9 anak positif VDVP2. Namun, kondisi 9 anak tersebut sehat dan akan diberikan imunisasi Polio pada waktu Sub PIN dan dipantau kesehatannya selama 3 bulan oleh tenaga Puskesmas.(kim)