Surabaya, Blok-a.com – Hampir semua kota besar di Indonesia punya bangunan bersejarah yang umurnya sudah ratusan tahun. Di Surabaya, terdapat hotel tertua sekaligus jadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia.
Salah satunya yaitu hotel Majapahit, berdiri sejak 1910, hotel bintang lima ini memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Dibangun dengan arsitektur kolonial yang megah dan penuh detail khas Eropa, Hotel Majapahit menggabungkan nuansa klasik dan elegan, yang menjadikannya sebagai bangunan sejarah di Surabaya.
Karena nilai historisnya tersebut, hotel ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2007. Arsitektur bangunan bernuansa art deco masih terjaga dengan baik hingga sekarang.
Sejarah Hotel Majapahit
Saat awal berdiri, Hotel Majapahit dulunya bernama Hotel Oranje. Hotel tersebut didirikan oleh pebisnis asal Armenia yang bernama Lucas Martin Sarkies, Lucas melanjutkan tradisi keluarganya ingin membangun bisnis perhotelan yang megah dan mewah.
Pada masa pendudukan Jepang, tepatnya tahun 1942, Hotel Oranje pun berganti nama menjadi Hotel Yamato. Pada 10 November 1945, terjadi aksi perobekan bendera Belanda yang dikibarkan di Hotel Yamato.
Insiden ini memicu perlawanan hebat di Surabaya, yang akhirnya dikenal sebagai “Pertempuran Surabaya” pada November 1945. Peristiwa tersebut terjadi karena dilakukan oleh para pejuang dan arek – arek Surabaya yang tidak gentar menghadapi serangan para penjajah. Demi mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Setahun berselang, Sarkies Bersaudara kembali mengelola hotel dan mengubah nama menjadi Hotel L.M.S. untuk mengenang Lucas Martin Sarkies, sang pendiri. Seiring berjalannya waktu, nama hotel mengalami beberapa kali pergantian nama dan manajemen.
Hingga berubah menjadi nama Majapahit. Nama hotel ini disematkan pada 1969 setelah kepemilikannya diambil alih Mantrust Holdings Co. Tahun 1993, Mandarin Oriental Group bergabung dengan Sekar Group untuk membeli hotel tersebut.
Mereka melakukan renovasi besar-besaran senilai US$35 juta yang memakan waktu selama tiga tahun. Hingga hotel ini di-rebranding dengan nama Mandarin Oriental Hotel Majapahit.
Nama Hotel Majapahit kembali digunakan pada 2006 setelah diambil alih CCM Group, salah satu perusahaan korporat terkemuka di Indonesia. Renovasi kembali dilakukan pada 2009-2013 untuk memenuhi kebutuhan wisatawan modern.
Walaupun usianya sudah lebih dari satu abad, Hotel Majapahit tetap kokoh berdiri sampai saat ini. Bahkan, hotel yang berada di kawasan Tunjungan ini jadi salah satu hotel elit di Surabaya dengan fasilitas mewah.
Pihak manajemen hotel berusaha melestarikan dan menjaga keaslian bangunannya. Salah satunya penggunaan ubin marmer yang diimpor dari Belanda yang masih dipertahankan. Selain itu, di setiap lantainya terdapat satu marmer yang sengaja dipasang terbalik. Hal tersebut dilakukan sejak awal hotel tersebut berdiri yang menjadi ciri khas tersendiri.
Penulis: Anwar Arya W (Mahasiswa Magang UTM)





Media Sosial