Bojonegoro, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap informasi hoaks yang beredar di media sosial.
Beredar informasi palsu di platform TikTok yang menyebut bahwa penerima Bantuan Sosial (Bansos) bisa mendapatkan uang sebesar Rp 2,4 juta, terutama bagi pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Dalam unggahan di TikTok, akun tersebut mengklaim akan membagikan cara melihat bantuan yang tersimpan di kartu KIS melalui tautan yang disediakan di profil akun.
Bahkan, unggahan itu juga menyebutkan bahwa bantuan akan hangus jika pemegang KIS tidak tahu cara mengecek saldo bantuan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Arwan, menegaskan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar dan tergolong hoaks.
Ia menjelaskan bahwa Kartu KIS sudah tidak diterbitkan oleh BPJS Kesehatan selama dua tahun terakhir, terutama di Kabupaten Bojonegoro yang telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC).
“Untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan, peserta BPJS Kesehatan cukup dengan menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga atau NIK,” ujar Arwan dalam keterangannya, Rabu (9/20/2024).
Arwan juga menambahkan bahwa banyak masyarakat yang menanyakan kebenaran informasi ini karena dahulu Dinas Sosial memang bertanggung jawab dalam pendistribusian Kartu KIS.
Namun, dengan adanya hoaks yang menyebut bansos bisa dicairkan melalui kartu tersebut, masyarakat menganggap Dinas Sosial yang menangani pencairan.
“Masyarakat harus tahu, informasi tersebut tidak benar. KIS bukan ATM atau e-money,” tegas Arwan.
Pemerintah daerah meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial dan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu melalui kanal resmi atau pihak yang berwenang.(sil/lio)





Media Sosial