Gresik, blok-a.com – Masuk zona lokus Stunting, Pemerintah Desa Yosowilangun gerak cepat resmikan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting di Balai Desa, Rabu (15/5/2024).
Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid mengatakan, diresmikannya Satgas ini merupakan salah satu upaya dalam melakukan Percepatan Penurunan Stunting.
Dengan peresmian ini, Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar menjadi desa pertama yang memiliki Satgas stunting.
“Problemnya banyak yang tidak terima adanya stunting, karena masyarakat masih menganggap ini sebuah aib. Pihak Desa ingin dapat hadir kepada masyarakat untuk menanggulangi permasalahan stunting secara langsung,” terangnya.
Abdul Rosyid menjelaskan, Satgas ini memiliki beberapa tugas utama. Diawali dengan mendapatkan data dari posyandu dan bidan mengenai anak terindikasi stunting.
Kemudian membuat laporan mengenai cara penanganan anak stunting, serta membantu mengarahkan anak stunting ke dokter yang sesuai, seperti dokter tulang, dokter gizi, dan lain sebagainya.
“Pemerintah desa Yosowilangun menargetkan untuk mencapai nol stunting pada tahun 2025. Hal ini merupakan target yang ambisius, namun dengan kerja sama semua pihak, diharapkan target tersebut dapat tercapai,” bebernya.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik, dr. Titik Ernawati yang hadir dalam acara mengungkapkan bahwa Dinas KBP3A sangat mengapresasi inovasi yang dilakukan oleh Pemdes Yosowilangun.
Mengingat Desa Yosowilangun sendiri menjadi salah satu desa lokus stunting dengan jumlah mencapai 12 warga asli.
“Saya sangat mengapresiasi gerak cepat Desa Yosowilangun demi menurunkan stunting. Kedepan pihaknya juga akan menggelar bulan timbang yang akan digelar setiap bulan di masing-masing Posyandu sebagai wujud intervensi stunting,” ujar dr. Titik.
Selain kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Yosowilangun juga melakukan beberapa upaya lain untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Pemdes Yosowilangun menggandeng BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kepada tenaga kerja rentan, pemberikan beasiswa kepada siswa berprestasi untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Tidak hanya itu, Pemdes Yosowilangon juga mempunyai program beasiswa membantu pengambilan ijazah bagi warga yang belum bisa mengambil ijazah karena terkendala biaya.
Diharapkan dengan berbagai upaya tersebut, kemakmuran warga Desa Yosowilangun dapat tercapai. (ivn/lio)






Media Sosial