Pasuruan, blok-a.com – Warga Kota Pasuruan dikejutkan dengan kembali merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang telah merenggut nyawa 1 anak berusia 8 tahun dan menempatkan seorang balita dalam perawatan intensif di rumah sakit setempat.
Korban, seorang bocah laki-laki dari kelurahan Kebonsari, dilaporkan telah meninggal dalam keadaan kritis saat tiba di rumah sakit.
Pemkot Pasuruan telah mengesahkan kejadian ini tanpa menyebutkan identitas korban demi menjaga privasi keluarga yang berduka.
Sementara itu, balita yang masih dirawat menjalani pengobatan intensif untuk melawan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Dokter Shierly Marlena mengonfirmasi kasus tersebut.
“Kami menerima laporan kasus meninggal dan segera mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan mengimbau warga untuk aktif dalam pencegahan penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, vektor utama penyakit ini.
Pada garis depan upaya pencegahan, Gentha, Kepala Puskesmas Kebonsari, telah memperkuat aksi K3 (menguras, menutup, dan mengubur) dan meningkatkan edukasi publik tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan demam berdarah.
“Hari ini, kami juga melakukan fogging di pagi hari untuk mengendalikan situasi di Kelurahan Kebonsari,” tambah Gentha.
Masyarakat Kota Pasuruan menyatakan keprihatinannya terhadap situasi ini.
“Saya khawatir karena banyak area di sekitar sini yang masih ideal sebagai tempat berkembangbiak nyamuk,” ungkap, Adinda, seorang warga Kebonsari.
Dia berharap ada lebih banyak aksi konkret dan partisipasi sukarelawan untuk meningkatkan efektivitas upaya pemberantasan.
Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, mendesak semua warga untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap gejala-gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, mual, muntah, dan ruam.
Warga diimbau untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak di Kota Pasuruan untuk tetap proaktif menjelang musim hujan, yang sering kali meningkatkan risiko penyebaran DBD.(rah/lio)






Media Sosial