Mojokerto, blok-a.com – Kirab Maskot Pilkada Serentak 2024 tiba di Kabupaten Mojokerto pada Rabu (2/10/2024), setelah sebelumnya melewati Kabupaten Jombang melalui jalur kedua yang dimulai dari Pacitan.
Kirab ini merupakan bagian dari sosialisasi yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada serentak.
Terdapat dua jalur dalam kirab ini. Jalur pertama dimulai dari Sumenep, sedangkan jalur kedua dimulai dari Pacitan.
Kirab ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat Jawa Timur dalam pemilihan gubernur, wakil gubernur, bupati, dan wakil bupati.
Di Mojokerto, kirab dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni budaya. Termasuk Trawas Fashion Carnival (TFC), seni bantengan, tari tradisional, serta parade kuda.
Kirab ini melibatkan berbagai pihak, seperti anggota KPU Mojokerto, KPU Jombang, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Mojokerto, dan Bawaslu. Rute kirab dimulai dari Lapangan Trawas menuju Lapangan Paseban Agung, Trawas, Mojokerto.
Maskot yang diusung dalam kirab ini adalah “Si Jali” (Jawa Timur Memilih) untuk Pilgub Jatim dan “Sigalih” (Si Warga Memilih) untuk Pilbup Mojokerto.
Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Afnan Hidayat, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kirab maskot ini merupakan bagian dari rangkaian estafet kegiatan KPU Provinsi Jatim yang melibatkan 38 kota dan kabupaten.
“Mojokerto termasuk dalam jalur satu. Setelah tiga hari, maskot akan diserahkan ke KPU Kota Mojokerto. Sebelum itu, kami akan membawanya keliling ke empat kecamatan sebelum berakhir di Surabaya pada acara puncak 12 Oktober,” ujarnya.
Kirab ini juga menjadi sarana edukasi bagi pemilih, khususnya untuk pemilih pemula. “Selama tiga hari ke depan, kami akan menyasar pemilih pemula di berbagai sekolah di Mojokerto,” tambah Afnan.
Ketua Divisi SDM KPU Jatim, Eka Wisnu Wardana, menekankan bahwa kirab maskot ini juga berfungsi sebagai integrasi budaya.
“Pemilu adalah pesta rakyat. Bukan hanya KPU dan Bawaslu, tetapi seluruh rakyat harus merayakan pemilu dengan gembira. Jadilah pemilih yang berdaulat dan cerdas,” katanya.
Wisnu juga mengajak masyarakat Mojokerto dan Jawa Timur untuk menggunakan hak pilih mereka dengan bijak, berdasarkan hati nurani dan logika.
“Mari kita sambut Pilkada ini dengan suka cita, dan jadilah pemilih yang cerdas dalam menentukan masa depan Mojokerto dan Jawa Timur lima tahun ke depan,” ajaknya.
Sementara itu, Pjs Bupati Mojokerto, Akhmad Jazuli, menyambut kirab maskot ini dengan penuh antusias. Ia mengapresiasi kreativitas KPU Jatim dalam mensosialisasikan Pilkada serentak dan berharap agar semua kontestan bersikap sportif.
“Sportif artinya siap menang dan siap kalah, karena setiap pertandingan pasti ada yang menang dan kalah,” ujarnya.
Acara ini ditandai dengan penyerahan maskot dari Ketua KPU Kabupaten Jombang kepada Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, serta penandatanganan dan pembacaan deklarasi Pilkada Damai. Hadir dalam acara ini berbagai pihak, termasuk Forkopimda dan Forkopimca Mojokerto, Bawaslu, serta perwakilan dari Kodim, Polres, dan lembaga terkait lainnya.
Kirab maskot ini kemudian diberangkatkan secara resmi oleh Ketua KPU Mojokerto, Pjs Bupati Mojokerto, Kapolres, Danramil, Ketua Bawaslu, dan Ketua KPU Jatim.(sya/lio)
