Khulaim Junaidi Bahas Masa Depan Sidoarjo

Khulaim Junaidi, saat dialog bersama warga Kecamatan Taman, Sidoarjo.
Khulaim Junaidi saat dialog bersama warga Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Sidoarjo, blok-a.com – Haji Khulaim Junaidi (Cak Khulaim), anggota DPRD Jawa Timur, menggelar dialog menggagas masa depan Sidoarjo, di warung Lesehan Iwak Kobong Tawangsari, Kecamatan Taman, Kamis (6/6/2024) malam.

Dialog dan diskusi bertajuk Mbangun Sidoarjo masa depan ini diiringi dengan doa dan kebersamaan.

Acara dihadiri lintas generasi tua dan muda.

Cak Khulaim, dalam dialog memberi konsep menata masa depan Sidoarjo dengan pengembangan bersama potensi yang dimiliki.

Di samping itu doa melalui pembangunan komunikasi dengan masyarakat dan ulama menjadi senjata pelengkap untuk mendapat ridho Allah.

“Dari aspek sumberdaya manusia (SDM) calon pemimpin Kabupaten Sidoarjo mendatang, melibatkan masyarakat sebagai penikmat kebijakan secara konstitusi, serta mendayagunakan potensi sumberdaya alam (SDA) tanpa ada monopoli.

Kata dia, tentu harus ditunjang dengan mekanisme tata kelola yang baik dan benar.

Untuk menuju kesejahteraan yang merata, konsep pembangunan Sidoarjo 2024 adalah kebersamaan, sinergi semua elemen. Sosok itulah Insyaallah membawa Sidoarjo baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

Forum dialog ini memiliki manfaat yang luar biasa dan memberi harapan, semangat dan pengalaman mencari solusi persoalan masyarakat.

Di sini peran interaksi yang wajib dilakukan calon pemimpin Sidoarjo, dengan sumber pendapatan asli daerah yang cukup besar, ditambah sumberdaya alam di Lapindo, akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Sidoarjo.

Dalam dialog juga dibahas potensi SDM, penguatan permodalan UMKM, pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal dan pembuatan sentra ekonomi baru di tiap kecamatan.

“PKL adalah soko guru inovasi pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Mereka harus diberikan hak melalui regulasi kebijakan, yakni penataan pemberian sarana yang memadahi di tiap wilayah untuk menampung usaha PK5,” kata Hari, warga Taman.

Komitmen itu harus menjadi kebijakan bagi calon kepala daerah Sidoarjo 2024 mendatang.

Isu PKL bukan hanya muncul saat momentum politik saja, namun harus berkelanjutan.(fah/kim)

Exit mobile version