Sumenep, blok-a.com – Jelang akhir tahun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep melakukan rangkaian kegiatan ‘Turba’ (Turun Kebawah) ke kepulauan. Sebanyak tujuh pulau disambangi guna mengoptimalkan kinerja para guru yang bertugas mengajar di Kepulauan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan semua bidang di instansi Dinas Pendidikan sudah digerakkan untuk memberikan pelayanan di sektor pendidikan. Sesuai amanat Bupati Sumenep dengan jargon ‘Bismillah Melayani’.
“Kemarin sudah bergerak Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dengan turun langsung melakukan peninjauan dan menyerap aspirasi kalangan guru di kepulauan. Apa kendala dana tantangan para guru yang mengajar di pukau?” terang Agus.
Pihaknya ingin memastikan dan menerapkan formulasi kebijakan baru yang tepat guna meningkatkan kinerja guru. Sehingga persoalan indisipliner guru bisa teratasi dan murid dapat akses pembelajaran yang maksimal.
Senada dengan Kadisdik Sumenep, Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Disdik Sumenep Achmad Fairusi mengakui jika Dinas Pendidikan bersama para pengawas Turba ke tujuh pulau.
Mereka ingin memastikan bahwa akses dan sirkulasi pendidikan di Kepulauan berjalan dengan baik.
Untuk itu, kata Fairus, dengan meninjau langsung ke guru di kepulauan akan terjawab nantinya sejumlah persolan yang membelit kalangan guru yang bertugas di pulau. Sehingga tahun ajaran baru 2024, Dinas Pendidikan Sumenep sudah bisa nenemukan formulasi kebijakan yang tepat dan menerapkannya.
“Seperti terkait indisipliner guru di kepulauan. Kedepan itu bisa diperbaiki dengan menerapkan absensi ofline. Jadi kalau selama ini keluhan guru tidak mengisi absensi online karena sinyal terkadang putus atah bahkan hilang,” ungkap Fairus.
Dikatakan, nyaris sepekan (10 hari) mulai 19 – November hingga 01 Desember 2023 pejabat di Bidang Ketenagaan Disdik Sumenep bergerilya ke tujuh pulau menemui para guru di kepulauan.
Diantaranya sekolah di Pulau Kangean, Pulau Raas, Pulau Sapudi, Pulau Talango dan Pulau Gili Genteng.
“Nanti kita akan usulkan dan ajukan ke Bapak Bupati Fauzi melalui BKPSDM Sumenep untuk ada kebijakan baru terkait guru-guru di kepulauan. Sehingga tak boleh ada guru bolos atau nakal tanpa ijin ke atasannya. Masalahnya banyak guru yang ngajar di pulau itu rumahnya ada di daratan,” beber Fairus. (do)
