Pj Wali Kota Mojokerto Tabur Bunga – Salat Gaib Bersama Keluarga Korban Tragedi Sungai Kalibanyak 

Tabur bunga oleh Pj Walikota Mojokerto, dan keluarga korban, usai salat ghoib di dermaga taman bahari tlocor.(blok-a.com/Syahrul)
Tabur bunga oleh Pj Wali Kota Mojokerto, dan keluarga korban, usai salat ghoib di dermaga taman bahari tlocor.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Pencarian korban Ari Budi Yuwono (53), yang hanyut di sungai Kalibanyak Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Sabtu (10/2) lalu, sudah memasuki hari ke 7.

Operasi SAR gabungan dari BPBD Kabupaten/Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Basarnas Propinsi Jatim, Juga Tagana Kota Mojokerto diturunkan untuk pencarian korban yang terfokus di Dermaga Taman Bahari, Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, sejak Selasa malam (13/2) lalu, belum juga menemukan hasil.

Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro meninjau lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir, sekaligus salat gaib, kirim doa dan tabur bunga kepada almarhum Ari, Jumat (16/2/2024).

Didampingi Forkopimda, dan jajarannya, Mas Pj melaksanakan sholat ghoib di Dermaga Taman Bahari Tlocor. Bertindak sebagai Imam sholat ghoib, KH. Abdul Hamid.

Usai salat, Mas Pj mengungkapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, juga permintaan maaf atas upaya pencarian yang belum menemukan korban.

“Kami sudah berusaha maksimal, semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian sudah bekerja optimal, sesuai SOP pencarian sudah 7 hari namun semua ini mungkin jalan terbaik, dan kami minta maaf. Semoga semua amal ibadah almarhum diterima Allah,” ungkap Mas Pj.

Mas Pj juga berpesan kepada kedua putra dan putri almarhum, yakni Kirana Putri Ari Pratama (24) dan Raditya Markarito Ari Putra (21) agar tetap semangat, dan bisa melanjutkan cita-cita kedua orang tuanya.

Dalam kesempatan ini, Mas Pj kembali menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya orang tua dari Dito dan Rara.

“Saya meyakini bahwa almarhum dan almarhumah meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Saya menyaksikan saat takziyah di rumah duka betapa banyak yang datang memberikan doa,” kata Mas Pj.

“Jangan pernah patah arang karena setiap orang itu punya perjalanan hidup masing-masing. Yakinlah ini memang sesuatu yang menjadi takdir Ilahi dan ini pasti akan ada manfaatnya ke depan bagi Mbak Rara dan Mas Dito, tetap semangat untuk melanjutkan cita-cita kedua orang tua,” pesannya.

Meskipun pencarian telah dinyatakan berakhir setelah tujuh hari pencarian sesuai SOP, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPDB Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida Soesetyo Djati menyampaikan pencarian masih dapat dilakukan lagi apabila ada laporan terkait keberadaan korban.

“Setelah 7 hari apabila belum diketemukan maka pencarian diberhentikan terlebih dahulu. tapi tetap kita monitor pergerakan yang ada di lapangan, kita juga sudah komunikasi dengan teman-teman relawan, pemangku wilayah baik dari kecamatan, Koramil maupun Polsek yang dilalui sungai ini. Apabila ada informasi langsung kita lakukan upaya OPS SAR lagi,” pungkasnya.

Selain menurunkan tim untuk pencarian, Pemkot Mojokerto juga telah memberikan santunan dan melakukan pendampingan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban selama masa pencarian berlangsung.(sya/lio)

Exit mobile version