Sumenep, blok-a.com – Kejutan! Awal tahun baru 2024 diduga menjadi pertanda langkah Bupati Sumenep melakukan perombakan jajaran pegawainya.
Jelas dalam rangka menyegarkan internal pemerintahannya mempercepat gerak lincah terutama karena ada pemisahan atau penambahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Angin kencang isu mutasian itu sepertinya bakal terjadi lantaran sejumlah pejabat teras hingga jajaran fungsional berkumpul di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (2/1/2024).
Mereka bakal digeser untuk mengisi penambahan OPD baru tersebut. Rencananya ada tiga OPD baru yakni Dinas Pendapatan, BRIDA, dan Disnaker Sumenep.
Mencuatnya isu mutasian membuat Pendopo Sumenep seperti ada ‘gawe besar’. Pengamat kebijakan publik Bagus Junaidi pun angkat bicara.
Menurutnya, jika benar ada mutasi, ini pertanda baik bagi pemerintahan di Era Fauzi – Eva. Sebab awal tahun langsung start dengan mutasi pegawai yang digawangi oleh PLt Kepala BKPSDM Sumenep yang baru Arif Firmanto.
Publik dibuat penasaran oleh mutasi kali ini karena babak awal tahun 2024 sudah melakukan perombakan dalam jajaran pemerintahannya. Apakah ada target tertentu dalam suksesi pemerintahannya?
Jika melihat dari kebutuhan birokrasi pemerintahannya, kata Edy, biasa dipanggil, terdapat lima (5) jabatan kepala OPD yang kosong. Yakni Kepala Dinkes, Inspektur Inspektorat, Kepala BKPSDM, Kepala Bappeda, Kepala Bakesbangpol dan Kepala BPPKAD Sumenep.
Jabatan strategis itu sampai sekarang masih diisi oleh pelaksana tugas (PLt). Ini butuh pejabat definitif.
Sementara itu, terdapat tiga (3) OPD baru hasil pemekaran dari dinas sebelumnya. Yakni Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Riset Daerah (BRIDA).
Ketiga OPD baru itu juga butuh Pejabat Tinggi Pratama. Jadi total ada sembilan (9) OPD yang butuh diisi oleh pejabat teras Sumenep untuk masa kerja 2024 ini.
“Siapakah yang bakal mengisi jabatan strategis itu dan siapa pula yang masuk daftar geser? Ini akan menjadi bukti kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengukur kinerja dan kemampuan mengolah kebijakan yang tepat dan taktis. Kita tunggu saja kiprah Bupati Sumenep yang namanya melejit masuk nominasi pencalonan Gubernur Jatim 2024 mendatang,” ujarnya tersenyum. (do)
